Di Asia Selatan dan Asia Tenggara, emisi metana bahan bakar fosil Indonesia tercatat terbesar kedua, di mana India di peringkat pertama dengan emisi hampir menyentuh 4 juta ton
Sebagai arsitek kebijakan iklim, Menteri LH harus menjadi dirigen yang memastikan setiap kementerian tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan berirama melakukan transisi hijau demi menyelaraskan agenda ekonomi dengan keberlanjutan ekologi
Peningkatan ini ditopang oleh kenaikan muatan batubara yang diangkut via kereta api sebesar 275,2 ribu ton, melonjak signifikan dari 88,7 ribu ton pada Februari 2025
Penundaan kebijakan ini tidak hanya mengirimkan sinyal ketidakpastian, tetapi juga memperpanjang ketimpangan dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) nasional