, ,

Usia Setengah Abad, Lapangan Handil Masih Tetap Andal

Posted by

Kutai Kartanegara, Petrominer – Bagi sebuah lapangan minyak dan gas bumi (migas), usia 50 tahun tidak dapat serta-merta dimaknai sebagai usia senja. Sebaliknya, pencapaian di usia setengah abad ini justru menandai masa emas. Di mana ketahanan operasi, penerapan teknologi terkini, serta dukungan para pemangku kepentingan menjadi fondasi untuk menjaga keberlanjutan produksi dan kontribusi bagi bangsa.

Seperti lapangan Handil di wilayah kerja Mahakam yang dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Dalam perjalanan 50 tahun beroperasi, lapangan migas yang berlokasi di Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ini telah membuktikan bahwa pengelolaan yang baik dan efisien serta penerapan berbagai teknologi terkini dapat memperpanjang usia lapangan. Bahkan, bisa terus memberikan nilai tambah dan manfaat bagi negara maupun generasi mendatang.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), induk usaha PHM, Sunaryanto, mengatakan program ini merupakan upaya revitalisasi sumur dan fasilitas penunjang produksi guna memperpanjang usia operasi lapangan mature, meningkatkan keandalan aliran fluida, serta menjaga produktivitas aset secara berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan kegiatan planned shutdown, yaitu penghentian operasi yang terencana dan bersifat sementara untuk tujuan pemeliharaan, perbaikan, peningkatan, atau modifikasi. 

“Pasca pelaksanaan program rejuvenation dan perawatan fasilitas produksi Central Processing Area (CPA), lapangan Handil kembali beroperasi dengan capaian produksi 15.020 barel minyak per hari (bopd), atau sekitar lima persen lebih tinggi dibandingkan sebelum planned shutdown. Peningkatan produksi itu didukung oleh kinerja sistem proses dan compressor yang lebih optimal setelah pelaksanaan perawatan fasilitas,” ujar Sunaryanto dalam keterangan resmi yang diterima PETROMINER, Senin (11/5).

Melalui Program Handil Rejuvenation dan berbagai kegiatan peningkatan keandalan fasilitas produksi, menurut Anto, panggilan akrab Sunaryanto, PHM terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga integritas aset, meningkatkan keselamatan operasi, serta mendukung keberlanjutan produksi migas dan ketahanan energi nasional.

HSSE Ketat

Dalam kesempatan terpisah, General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menjelaskan bahwa Program Handil Rejuvenation dipersiapkan sejak tahun 2023. Diawali proses persetujuan program bersama SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), penyelesaian detailed engineering, pengadaan material, fabrikasi, instalasi, hingga pelaksanaan tie-in atau penyambungan akhir ke sistem existing pada 8–19 April 2026.

“Pekerjaan tie-in dilakukan bersamaan dengan perawatan fasilitas produksi Central Processing Area (CPA) untuk memastikan keselamatan dan integritas sistem,” jelas Setyo.

Selama periode tersebut, PHM juga memanfaatkannya untuk menjalankan berbagai program perawatan dan peningkatan integritas fasilitas produksi secara jangka panjang. Pekerjaannya meliputi perawatan empat compressor dan delapan vessel, penyelesaian pekerjaan integritas fasilitas produksi, serta pelaksanaan dua program inspeksi pipa penyalur menggunakan teknologi Intelligent Pigging atau Inline Inspection (ILI). 

Inisiatif program perawatan dan peningkatan integritas fasilitas produksi ini didasarkan pada hasil evaluasi terhadap usia operasional dan kondisi fasilitas di CPA lapangan Handil yang mature, termasuk pipa utama berukuran 20 inchi dan 16 inchi. Hasil kajian menunjukkan perlunya langkah peningkatan kondisi fasilitas untuk memastikan operasionalnya sesuai standar keselamatan dan keandalan.

Selain itu, sistem safety shutdown, yakni sistem pengaman otomatis yang berfungsi menghentikan sebagian atau seluruh proses operasi saat terdeteksi kondisi tertentu, juga memerlukan peremajaan atau modernisasi. 

PHM mengganti pipa utama CPA sepanjang 350 meter, retrofit Distributed Control System (DCS), dan Fire & Gas (F&G) System. Pekerjaan dijalankan dengan pengawasan aspek kesehatan dan keselamatan kerja secara ketat sejak November 2024. Mencakup seluruh persiapan pekerjaan instalasi untuk pekerjaan penggelaran pipa, instalasi kabel, pemasangan support, fabrikasi spool, lifting material, pekerjaan di ketinggian hingga berbagai aktivitas hot work. Pendekatan ini dilakukan untuk meminimalkan dampak terhadap keberlangsungan produksi Lapangan Handil.

“Kegiatan full shutdown yang kompleks tersebut melibatkan hampir 1.000 personel dengan operasi kerja 24 jam, penerbitan 242 izin kerja, pelaksanaan 45 hot work naked flame atau NFL, dan total 241.176 jam kerja atau man hours,” jelasnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, PHM memastikan seluruh pekerjaan dijalankan sesuai prosedur keselamatan kerja, mulai dari proses perizinan kerja, pengawasan lapangan, mitigasi risiko, hingga pengendalian pekerjaan berisiko tinggi guna menjaga keselamatan pekerja, fasilitas, dan lingkungan. 

Melalui kolaborasi lintas fungsi dan komitmen kuat terhadap aspek HSSE, kegiatan tie-in Handil Rejuvenation dan pekerjaan lainnya berhasil diselesaikan dengan aman tanpa recordable injury serta selesai satu hari lebih cepat dibandingkan rencana awal. Selain itu, realisasi kehilangan produksi tercatat lebih rendah dibandingkan estimasi awal.

SKK Migas memberikan dukungan penuh dan apresiasi terhadap Program Handil Rejuvenation yang dijalankan oleh PHM ini. Keterlibatan SKK Migas terkait program yang dipersiapkan sejak tahun 2023 tersebut melalui proses persetujuan dan koordinasi intensif bersama SKK Migas dan PHE.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Heru Setyadi, mengatakan SKK Migas memandang langkah ini sebagai upaya strategis jangka panjang untuk memperpanjang usia operasi lapangan mature (tua) melalui revitalisasi sumur dan fasilitas produksi. Program ini dinilai sukses karena berhasil meningkatkan produksi minyak di lapangan Handil menjadi 15.020 bopd.

“Secara keseluruhan, SKK Migas menganggap Program Handil Rejuvenation sebagai model keberhasilan pengelolaan lapangan tua untuk terus memberikan kontribusi positif bagi produksi migas nasional,” ujar Heru.

Sebagian anggota tim yang terlibat dalam Program Handil Rejuvenation, yang bertujuan meningkatkan keandalan fasilitas produksi dan menjaga produktivitas aset secara berkelanjutan.

Pemanfaatan Teknologi

Sejak mulai berproduksi di tahun 1975, lapangan Handil merupakan salah satu aset migas strategis di Wilayah Kerja (WK) Mahakam, yang sejak tahun 2018 lalu dikelola oleh PHM. Pengeboran pertama sumur di lapangan ini dilakukan di sumur H-1 pada 15 Februari 1974.

Dalam perjalanannya, lapangan migas ini telah menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari dinamika cadangan, naik turunnya harga migas, hingga kebutuhan yang terus meningkat guna terus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Selain itu, salah satu kunci keberhasilan lapangan Handil adalah dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat setempat yang turut menjaga keberlangsungan operasi migas dengan menciptakan iklim sosial yang kondusif. Keharmonisan hubungan dengan masyarakat lokal membuat PHM mampu beroperasi dengan lancar sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi daerah.

“Sinergi ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan lapangan migas yang sudah mature agar tetap produktif dan berkontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional,” ujar Setyo.