
Jakarta, Petrominer – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mencatat peningkatan kinerja operasional yang solid sepanjang tahun 2025. Di tengah tantangan koreksi harga batubara global, anggota dari Grup MIND ID ini berhasil meningkatkan volume produksi 9 persen menjadi 47,2 juta ton, serta mencatatkan kenaikan volume penjualan 6 persen yang mencapai 45,4 juta ton.
Sejalan dengan peningkatan produksi dan penjualan, volume angkutan batubara juga naik sebesar 6 persen, dari sebelumnya 38,2 juta ton menjadi 40,4 juta ton di tahun 2025.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menyebutkan capaian kinerja operasional sepanjang 2025 ini menjadi cerminan ketahanan bisnis perusahaan di tengah tekanan harga batubara global yang berfluktuasi. Capaian positif pada sisi hulu dan hilir ini mencerminkan keberhasilan strategi adaptif perusahaan dalam menjaga kesinambungan pasokan energi, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar internasional.
“Tahun 2025 adalah pembuktian atas resiliensi operasional kami. Meski harga jual rata-rata terkoreksi akibat penurunan indeks Newcastle sebesar 22 persen, PTBA mampu menjawab tantangan tersebut dengan peningkatan efisiensi operasional dan perluasan pangsa pasar global,” ujar Arsa dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Kamis (2/4).
Dia menegaskan, PTBA tetap menjadi pilar utama ketahanan energi nasional dengan mengalokasikan 54 persen dari total penjualan untuk pasar domestik. Selain itu, PTBA juga terus melakukan ekspansi dan diversifikasi pasar global yang agresif dengan mencatatkan porsi ekspor sebesar 46 persen.
Selain memperkokoh posisi di negara-negara Asia seperti Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina, PTBA juga berhasil melakukan penetrasi pasar baru ke benua Eropa, yakni ke Spanyol dan Rumania.
Laba Bersih
Di tengah tantangan volatilitas pasar global, kinerja keuangan PTBA masih sehat karena didukung dengan arus kas yang kuat secara finansial. Sepanjang tahun 2025, PTBA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 2,93 triliun dengan EBITDA mencapai Rp 6,08 triliun.
Meskipun profitabilitas mengalami tekanan harga global, PTBA menunjukkan pemulihan (recovery) yang menjanjikan secara kuartalan. Hal ini didukung oleh posisi keuangan yang tetap kokoh, ditandai dengan kenaikan arus kas operasi yang tumbuh signifikan sebesar 24 persen menjadi Rp 6,26 triliun, mencerminkan fundamental bisnis yang sehat.
Pertumbuhan aset meningkat menjadi Rp 43,92 triliun, didorong oleh penambahan aset tetap strategis. Realisasi belanja modal (CapEx) yang sebesar Rp 4,55 triliun difokuskan pada pengembangan infrastruktur jangka panjang, termasuk proyek angkutan batubara relasi Tanjung Enim – Kramasan.
Memasuki tahun 2026, PTBA menyambut positif persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tanpa adanya pemotongan volume produksi. Perusahaan ini membidik target produksi dan penjualan sebesar 49,5 juta ton pada tahun ini.
“Strategi cost leadership melalui skema selective mining dan optimasi rantai pasok akan terus menjadi mesin utama perusahaan untuk menjaga daya saing,” ungkap Arsa.








Tinggalkan Balasan