
Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) menjalin kolaborasi strategis dengan sejumlah produsen batubara dalam mendukung transformasi sektor pertambangan. Ini menjadi langkah konkret PLN dalam mendukung implementasi green mining melalui pemanfaatan energi listrik yang lebih bersih, efisiensi, dan andal untuk mendukung elektrifikasi alat berat di pertambangan.
Kerja sama ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) serta Memorandum of Understanding (MoU) Integrated Bussiness Solution guna mendorong elektrifikasi operasional tambang dalam sebuah acara di Jakarta, Rabu (15/4).
PJBTL dan MoU ini dijalin dengan PT Trubaindo Coal Mining sebesar 30 MVA, PT Sembada Makmur Sejahtera sebesar 55 MVA, PT Marga Bara Jaya sebesar 35 MVA, PT Maruwai Coal sebesar 71 MVA, PT Makmur Sejahtera Wisesa sebesar 106 MVA, dan PT Berau Coal sebesar 29 MVA.
Sementara untuk Integrated Bussines Solution, PLN melalui anak usahanya menjalin kolaborasi dengan sejumlah perusahaan diantaranya PT Masmindo Dwi Area, untuk Pembangunan Instalasi dan gardu pelanggan, PT Maruwai Coal dengan pekerjaan Pembangunan Instalasi milik pelanggan, dan PT Sembada Makmur Sejahtera dengan pekerjaan Engineering Design dan pembangunan instalasi tegangan tinggi.
Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Priyadi, menyambut positif sinergi ini dan menyebutna sebagai upaya bersama memperpendek rantai pasok energi fosil impor demi keberlanjutan industri.
“Nah ini adalah kesempatan yang baik bagi kita produsen batubara maupun PLN sebagai penyedia strumnya. Supaya ini terjadi simbiosis mutualisme yang paling menguntungkan,” ujar Priyadi.
Tahap Angkutan
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, mengatakan urgensi transisi energi bukan sekadar menjawab tantangan iklim, melainkan strategi memperkuat kemandirian energi nasional. Pengembangan green minin di sektor pertambangan menjadi salah satu solusi strategis untuk menekan emisi gas rumah kaca sekaligus memastikan keberlanjutan industri batu bara ke depan.
Adi menegaskan, PLN siap memberikan dukungan penuh bagi seluruh pelaku industri melalui berbagai layanan inovatif yang disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan tambang.
Menilik dari sisi teknis operasional, Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati, mengidentifikasi bahwa titik kritis konsumsi energi berada pada tahap pengangkutan hasil tambang.
“Oleh karena itu, pemanfaatan energi bersih berbasis listrik pada proses hauling menjadi salah satu langkah konkret untuk bagaimana kita meningkatkan efisiensi operasional sekaligus juga menurunkan emisi,” ujar Dini.
Harga Bahan Bakar
Tanggapan positif disampaikan oleh PT Borneo Indobara sebagai pengguna layanan PLN untuk green mining.
Division Head Project Expansion Borneo Indobara, Adi Supriyatna, menyampaikan bahwa elektrifikasi menjadi langkah strategis perusahaan dalam merespons tantangan perubahan iklim sekaligus tekanan fluktuasi harga bahan bakar.
“Elektrifikasi merupakan langkah strategis menuju pertambangan hijau untuk merespons ancaman perubahan iklim dan tren kenaikan harga bahan bakar. Transisi ini didukung oleh pembangunan infrastruktur kelistrikan secara masif bersama PLN guna mengoperasikan berbagai alat berat listrik serta stasiun pengisian daya bagi 700 unit truk listrik,” ungkap Adi.







