by
Tag: Reforminer
-

Potret Indonesia Tanpa Industri Migas
Jakarta, Petrominer — Potensi industri minyak dan gas bumi (migas) harus dijaga dan dimaksimalkan. Sektor ini penting untuk ketahanan energi nasional, dilihat dari semua potensi yang ada dan kemampuan dalam menghasilkan nilai tambah sebagai katalis pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Saya kira sektor migas masih menjadi sektor yang strategis bagi Indonesia,” ungkap Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi…
-

Gross Split Hanya Pilihan, Bukan Keharusan
Jakarta, Petrominer — Sejak 13 Januari 2017 lalu, Pemerintah telah menerapkan kebijakan kontrak bagi hasil gross split pada kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi (migas). Penerapan kebijakan tersebut diatur melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) No. 08/2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split. Reforminer Instittute menyebutkan bahwa Pemerintah tergolong bergerak…
by
-

Salah Sasaran, Jika Tekan Harga EBT
Jakarta, Petrominer — Rencana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (EDSM) Ignasius Jonan untuk menekan harga listrik energi baru terbarukan (EBT) dinilai salah sasaran. Alasannya, porsi EBT dibandingkan sumber energi lain dalam sistem pembangkitan listrik di Indonesia sangatlah kecil. Pengamat menyarankan agar Pemerintah mencari cara lain jika ingin mengurangi subsidi di pembangkitan listrik. Misalnya mengurangi…
by
-

Urgensi dan Relevansi Perppu UU Migas
Berdasarkan pemberitaan media, Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM, Luhut Binsar Panjaitan, menyampaikan revisi UU Migas No. 22/2001 merupakan salah satu dari 10 isu strategis yang menjadi prioritas untuk segera diselesaikan pemerintah. Untuk itu, disampaikan bahwa pihaknya akan segera mengagendakan pertemuan dengan DPR untuk meminta inisiatif revisi UU Migas diambilalih pemerintah. Ditargetkan pertemuan itu akan dilakukan…
by
-

PLN, Kunci Keberhasilan Program 35.000 MW
Jakarta Petrominer — Program Kelistrikan 35.000 mega watt (MW) dinilai sulit bisa dicapai tepat waktu. Agar program tersebut bisa selesai sesuai jadwal yang direncanakan (2015-2019), diperlukan kesungguhan seluruh pemangku kepentingan, terutama PT PLN (Persero). “Dari aspek teknis dan bisnis target tersebut relatif sulit untuk direalisasikan dalam kurun waktu yang ditetapkan. Sebagai pelaksana Program 35.000 MW,…
by








