,

Teknologi Keselamatan, Penentu Baru Persaingan Industri Otomotif

Posted by

Jakarta, Petrominer – Industri otomotif memasuki babak baru. Jika sebelumnya persaingan berfokus pada tenaga mesin, efisiensi, atau desain kendaraan, kini kemampuan kendaraan mengenali risiko dan membantu mencegah kecelakaan mulai menjadi faktor pembeda. Pergeseran ini menjadi salah satu pesan utama yang mengemuka pada GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Vice Compartment Future Automotive Technology & Renewable Energy GAIKINDO, Ardhana Wiranata, mengatakan perkembangan industri otomotif kini tidak lagi hanya diukur dari peningkatan performa dan efisiensi kendaraan. Kemampuan kendaraan untuk membantu mengurangi risiko kecelakaan akan menjadi ukuran penting dalam perkembangan industri ke depan.

“Perkembangan teknologi terus mendorong budaya berkendara yang semakin aman, nyaman, dan efisien. Karena itu, tantangan industri ke depan bukan hanya menghadirkan teknologi yang semakin canggih, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” ujar Ardhana, Jum’at (7/8).

Hal ini sejalan dengan tema GIIAS 2026, Eye of the Future, yang menempatkan inovasi kendaraan sebagai penggerak utama masa depan mobilitas. Bagi GAIKINDO, kemajuan kendaraan tidak lagi hanya diukur dari kecanggihan teknologinya, tetapi juga dari kemampuannya membantu melindungi pengemudi dan pengguna jalan.

Salah satu gambaran mengenai perkembangan tersebut ditampilkan melalui booth Safety & Advanced Technology GAIKINDO bersama Bosch Indonesia. Di area ini, pengunjung dapat melihat bagaimana berbagai teknologi keselamatan bekerja sebagai satu sistem untuk membantu pengemudi mengenali risiko dan merespons situasi berbahaya.

Risiko di jalan muncul dalam hitungan detik. Kendaraan di depan dapat mengerem mendadak, pejalan kaki tiba-tiba menyeberang, atau sepeda motor muncul dari titik buta. Dalam kondisi seperti itu, yang menentukan bukan lagi sekadar refleks pengemudi, tetapi juga seberapa cepat kendaraan mampu mengenali risiko dan memberikan bantuan yang tepat.

“Perkembangan teknologi keselamatan bukan lagi sekadar tentang menambah fitur pada kendaraan. Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi dapat memberikan dukungan yang tepat pada situasi yang tepat, terutama ketika kondisi berkendara dan interaksi antar pengguna jalan semakin kompleks,” ujar Director of Mobility Solution Bosch Indonesia, Bernard Simanjuntak.

Menurut Bernard, proses tersebut melalui tiga tahapan yang saling terhubung, yakni Sense, Think, dan Act. Melalui rangkaian proses ini, sistem keselamatan modern tidak lagi hanya dirancang untuk mengurangi dampak kecelakaan, tetapi juga membantu pengemudi mengantisipasi risiko sejak lebih dini. Semakin cepat risiko dikenali, semakin besar peluang kecelakaan dapat dihindari.

Meski begitu, dia menegaskan menghadirkan teknologi saja tidak cukup. Seiring berkembangnya sistem keselamatan kendaraan, industri perlu memiliki kemampuan untuk memahami, mengembangkan, dan menguasai teknologi tersebut. Di saat yang sama, keselamatan juga bergantung pada pemeliharaan kendaraan agar seluruh sistem tetap bekerja secara optimal sepanjang masa pakainya.

“Kehadiran Bosch di GIIAS tidak hanya memperkenalkan solusi keselamatan, tetapi juga menjadi ruang edukasi mengenai cara kerja teknologi keselamatan modern sekaligus berbagi pengetahuan mengenai penerapannya di industri otomotif,” ungkap Bernard.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *