by
Tag: IESR
-

Milenial Rela Bayar Listrik EBT Lebih Mahal
Jakarta, Petrominer – Keinginan masyarakat untuk beralih ke energi baru dan terbarukan (EBT) sangatlah besar. Malahan, mereka rela membayar listrik lebih mahal bila bersumber dari energi yang bersih. Matahari dan bioenergi menjadi sumber EBT yang paling banyak dipilih dibandingkan sumber EBT lainnya. Demikian kesimpulan dari hasil survei yang dilakukan oleh Koaksi Indonesia terhadap 96.651 warganet.…
-

Jawa Tengah Siap Jadi Provinsi Energi Surya
Semarang, Petrominer – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah komitmen mengembangkan energi bersih dengan memanfaatkan energi surya. Apalagi, potensi energi surya yang dimili sebesar 4,05 kWh/kWp per hari berada di atas rata-rata Indonesia, yang sebesar 3,75 kWh/kWp. Menurut Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, potensi tersebut jika dimanfaatkan dalam bentuk pembangkit…
by
-

Bangunan Milik Pemda Jakarta Dipasang Rooftop Solar
Jakarta, Petrominer – Institute for Essential Services Reform (IESR) menyambut baik keluarnya Instruksi Gubernur DKI Jakarta No. 66/2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara. Pasalnya, salah satu pasal dalam kebijakan tersebut, menginstruksikan pemasangan rooftop solar untuk bangunan milik Pemerintah Daerah. “Instruksi ini sejalan dengan rekomendasi IESR dalam laporan Powering the Cities: Technical Potential of Rooftop Solar for…
by
-

IESR Desak Pemerintah Tinjau Ulang PLTU
Sistem kelistrikan di Jawa-Bali dan Sumatera dapat dipenuhi kebutuhan listriknya secara handal dengan pasokan listrik dari pembangkit energi terbarukan (EBT) yang lebih tinggi kapasitasnya ketimbang yang direncanakan dalam RUPTL PLN 2018-2027.
by
-

Laporan IPCC #SR15 dan Implikasinya bagi Sektor Energi
Jakarta, Petrominer – Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) telah meluncurkan Special Report on Global Warming of 1.5C (Laporan Khusus tentang Pemanasan Global 1,5 Derajat C). Laporan ini, yang diluncurkan, Senin (8/10), memuat berbagai dampak akibat pemanasan global pada kesehatan manusia, ketahanan pangan, ekosistem, dsb yang dapat dihindari dengan membatasi kenaikan temperatur 1,5 derajat Celcius…
by










