Jakarta, Petrominer – PT Delta Dunia Makmur Tbk. berhasil mencatatkan kinerja keuangan positif dan pertumbuhan bisnis yang signifikan sepanjang tahun 2022. Torehan terbaik sepanjang operasional perseroan ini didukung oleh strategi diversifikasi dan keunggulan operasional (operational excellence).
Menurut General Manager ESG and Safety Delta Dunia Makmur, Neglasari Martini, pencapaian kinerja positif sepanjang tahun 2022 itu juga dilandasi oleh komitmen kuat terhadap Environmental, Social, and Governance (ESG). Antara tahun 2021 dan 2023, Delta Dunia Makmur juga telah mengubah eksposur dari 100 persen batubara termal menjadi 25 persen komoditas yang memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan.
“Delta Dunia Makmur juga terus meningkatkan diversifikasi usaha untuk mendukung keberlanjutan lingkungan. Ini adalah upaya menekan pendapatan grup dari thermal coal hingga di bawah 50 persen pada tahun 2028,” ungkap Neglasari dalam kegiatan diskusi kinerja bisnis Delta Dunia Makmur dengan media massa, Selasa (28/3).
Secara konsisten selama tiga tahun berturut-turut, Delta Dunia Makmur berhasil mempertahankan intensitas karbon di level 0,016 ton CO2e/ton produksi walaupun volume produksi meningkat, mengadopsi bahan bakar B30 untuk unit alat berat sejak tahun 2019, dan menerapkan pendekatan ekonomi sirkular dalam mengelola limbah.
“Untuk turut memberikan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat Perseroan juga menganggarkan Rp 19,5 miliar pada tahun 2022 untuk program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan inisiatif lainnya di masyarakat,” ungkapnya.
Salah satu inisiatifnya adalah kerja sama BUMA, anak perusahaan Delta Dunia Makmur, dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk pengadaan program yang menghasilkan lulusan yang siap kerja. BUMA merekrut 1.464 siswa yang bertalenta untuk dipersiapkan menjadi operator dan mekanik.
“Lewat kerja sama ini, Perseroan dan BUMA turut berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran di antara lulusan SMK dan sekaligus memenuhi kebutuhan SDM bagi industri pertambangan,” jelas Neglasari.
Laba Bersih
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Delta Dunia Makmur, Ronald Sutardja, menjelaskan kinerja positif tersebut dibuktikan dengan raihan pendapatan (revenue) sebesar US$ 1,554 miliar, atau sekitar Rp 24 triliun pada tahun 2022. Angka ini meningkat 71 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dengan pendapatan sebesar itu, Delta Dunia Makmur meraup laba bersih US$ 29 juta atau sekitar Rp 448,1 miliar, serta membagikan total dividen US$ 5,15 juta atau sekitar Rp 79,8 miliar, yang setara dengan Rp 10,17 per saham,” ungkap Ronald.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa EBITDA Perseroan juga mencatatkan posisi yang lebih baik, yaitu sebesar US$ 365 juta atau sekitar Rp 5,6 triliun. Angka ini naik 56 persen dibandingkan tahun 2021.
“Selain meningkatnya produksi dari Indonesia dan harga batubara global, pencapaian kinerja positif di sepanjang tahun 2022 itu menunjukkan keberhasilan strategi diversifikasi yang kami jalankan mulai kuartal IV-2021 dan sepanjang tahun lalu. Diversifikasi tersebut antara lain melalui aktivitas pertambangan metallurgical coal, terutama dengan mengakuisisi BUMA Australia di Desember 2021,” jelas Ronald.
Sejak diakuisisi, nilai kontrak jasa pertambangan dari BUMA Australia meningkat empat kali lipat, dari sebelumnya AU$ 0,6 miliar (Rp 6,1 triliun) menjadi AU$ 2,3 miliar (Rp 23,6 triliun).
Volume produksi konsolidasi juga meningkat signifikan, dibuktikan dengan overburden removal sebesar 547 juta Bank Cubic Meter (BCM), naik signifikan 68 persen dibandingkan periode tahun 2021. Sementara produksi batubara naik 87 juta ton, naik 61 persen secara year-on-year dibandingkan tahun 2021.
Sepanjang tahun 2022, berbagai aktivitas diversifikasi tersebut menghasilkan portfolio usaha yang lebih beragam, yakni 13 persen operasional pertambangan metallurgical coal di Australia dan 87 persen operasional pertambangan thermal coal.








Tinggalkan Balasan