Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar.

Jakarta, Petrominer – Skema bagi hasil gross split semakin atrakttif. Itulah komentar pertama yang dilontarkan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, usai menyaksikan penandatanganan amandemen kontrak bagi hasil Blok East Sepinggan, Selasa (11/12).

Memang pernyataan itu bisa dimengerti dan benar adanya. Bagaimana tidak, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok East Sepinggan dengan sukarela merubah kontrak bagi hasilnya dari skema cost recovery menjadi gross split. Alasannya, pola bagi hasil ini membuat proses lebih simpel dan efektif.

Ini menjadi kasus pertama, di mana sebuah kontrak diubah di tengah jalan dari cost recovery pertama menjadi gross split. Perubahan tersebut dilakukan sesuai dengan usulan Kontraktor, di mana salah satu pertimbangannya adalah dalam rangka efektifitas pengembangan WK East Sepinggan.

Pemegang Partisipasi Interest Blok East Sepinggan adalah Eni East Sepinggan Limited sebesar 85 persen dan PT Pertamina Hulu Energi East Sepinggan sebesar 15 persen. Di blok migas ini, Eni East Sepinggan Limited bertindak sebagai operator.

“Perusahaan Italia dan Pertamina telah pindah dari cost recovery ke gross split. Gross split membuat proses lebih simpel dan efektif,” ungkap Arcandra.

Meski dari prespektif Pemerintah skema gross split ini sangat atraktif, namun Arcandra menegaskan bahwa Pemerintah tetap terbuka atas masukan dari para kontraktor. “Pemerintah menerima semua masukan dan kritik atas konsep gross split. Tapi hari ini membuktikan bahwa skema itu menjanjikan,” tegasnya.

Lihat juga: ENI Setuju Gunakan Gross Split di East Sepinggan

Bertempat di Kantor Kementerian ESDM, amandeman kontrak tersebut ditandatangani dengan disaksikan Arcandra dan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Djoko Siswanto. Dalam kesempatan itu, juga ditandatanganani kontrak perpanjangan Blok Sengkang, yang juga menerapkan skema gross split.

Pemegang Partisipasi Interest Blok Sengkang adalah Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd. sebesar 100 persen. Partisipasi Interest tersebut termasuk Partisipasi Interest 10 persen yang akan ditawarkan kepada Badan Usaha Milik Daerah.

Kontrak Blok Sengkang akan berlaku untuk 20 tahun, efektif mulai tanggal 24 Oktober 2022. Perkiraan nilai investasi dari pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) lima tahun pertama sebesar US$ 88.000.000 dan Bonus Tanda Tangan (signature bonus) sebesar US$ 12.000.000.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here