, , ,

Tak Lagi Seremonial, Ruang Setara Ubah Cara Pandang Disabilitas

Posted by

Pekanbaru, Petrominer – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) zona Rokan baru saja meresmikan Ruang Setara: Coffee, Social, and Study Space di Pekanbaru. Tempat usaha ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Komunitas Penyandang Disabilitas Pertamina (Pemko Pesmina).

Tidak ada potong pita dalam peresmian Ruang Setara di Pekanbaru. Sebagai gantinya, seorang barista disabilitas dipasangkan apron. Simbol sederhana ini menandai sesuatu yang lebih besar, yakni dimulainya peran aktif penyandang disabilitas sebagai pelaku ekonomi, bukan sekadar penerima bantuan.

Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, mengatakan pendekatan ini sengaja dirancang untuk menggeser paradigma pemberdayaan. Pengalaman langsung seperti penggunaan bahasa isyarat dalam interaksi sehari-hari menjadi bagian penting untuk membangun empati sosial yang selama ini masih terbatas.

“Melalui Ruang Setara, kami ingin memastikan bahwa inklusi tidak hanya berhenti pada akses, tetapi berlanjut pada kesempatan nyata untuk bekerja, berinteraksi, dan mandiri. Penyandang disabilitas bukan objek program, melainkan subjek yang berdaya dan berkontribusi,” ujar Eviyanti.

Menurutnya, inklusi perlu dirasakan, bukan hanya dibicarakan. Karena itu, PHR mendorong interaksi langsung agar masyarakat melihat kemampuan, bukan keterbatasannya.

Momen paling menyentuh hadir ketika Cici, salah seorang kru dapur penyandang disabilitas, memperkenalkan dirinya menggunakan bahasa isyarat. Dengan senyum yang tak mampu disembunyikan dan sorot mata penuh keyakinan, dia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan bekerja yang kini dimilikinya.

Bagi Cici, pekerjaan ini tidak hanya sumber penghasilan, melainkan pintu yang membuka mimpi-mimpi yang selama ini menunggu untuk diwujudkan. Dia berharap Kafe Ruang Setara dapat menjadi jalan yang sama bagi lebih banyak teman penyandang disabilitas untuk berkarya dan mandiri.

Keterbatasan Akses

Program Pemko Pesmina merespons persoalan yang selama ini kerap luput yaitu keterbatasan akses ruang inklusif yang benar-benar memberi kesempatan kerja dan kemandirian bagi penyandang disabilitas. Sebanyak 195 penyandang disabilitas dilibatkan dalam program ini. Mereka mendapatkan pelatihan dan akses untuk aktivitas ekonomi produktif menuju kemandirian.

Mereka dilatih menjadi barista, pelaku usaha kuliner, hingga pengelola layanan seperti laundry sepatu dan pijat tuna netra. Namun pendekatan yang dibangun tidak berhenti pada keterampilan individu. Program ini dirancang sebagai ekosistem guna menghubungkan pelatihan, operasional usaha, hingga pembentukan koperasi disabilitas. 

Apresiasi terhadap inisiatif tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Zulfadli. Menurutnya, langkah yang dilakukan PHR merupakan bentuk nyata implementasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2025, yang mendorong perusahaan dan instansi untuk memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Hulu Rokan yang telah mengimplementasikan amanat Perda Nomor 9 Tahun 2025. Melalui Kafe Ruang Setara, PHR telah melangkah lebih maju dalam membuka kesempatan kerja bagi teman-teman disabilitas. Ini menjadi contoh nyata bahwa dunia usaha dapat berperan aktif menciptakan lingkungan kerja yang inklusif,” ujar Zulfadli. 

Program Pemko Pesmina melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, SKK Migas, SLB, hingga komunitas dan koperasi disabilitas. Kolaborasi ini menjadi kunci agar program tidak berhenti sebagai proyek jangka pendek, melainkan berkembang menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *