Jakarta, Petrominer – Wilayah Kerja CBM Muralim menjadi blok migas unkonvensional pertama yang merubah kontraknya dari cost recovery menjadi gross split. Penandatangan perubahan skema bagi hasil tersebut dilakukan bersamaan dengan WK Lampung III di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (11/2).

“Dengan ditandatanganinya dua KKKS ini, maka saat ini total WK yang telah menggunakan skema gross split menjadi 39. Dengan rincian, 14 blok eksplorasi, 21 perpanjangan atau alih kelola, 4 yang amandemen, termasuk hari ini 2,” ujar Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, usai menyaksikan penandatangan kedua perubahan kontrak baru tersebut.

Menurut Arcandra, WK CBM Muralim menjadi WK migas unkonvesional pertama yang beralih ke gross split. Operator blok migas ini adalah Dart Energy (Muralim) Pte Ltd. Sementara WK Lampung III dikelola oleh Harpindo Mitra Kharisma.

Harpindo Mitra Kharisma dan Dart Energy merupakan KKKS gelombang ketiga yang telah beralih menggunakan skema gross split. Perubahan menjadi skema gross split sebelumnya dilakukan oleh Eni East Sepinggan dan West Natuna Exploration Ltd pada 11 Desember 2018 dan 17 Januari 2019 lalu.

Perubahan skema kontrak dari cost recovery menjadi gross split ini tidak mempengaruhi masa kontrak bagi hasil selama 30 tahun dari tanggal efektif kontrak awal. Kedua Wilayah Kerja tersebut saat ini masih dalam tahap eksplorasi. Kontrak awal WK Lampung III ditandatangi pada tanggal 5 Mei 2009 dan WK GMB Muralim ditandatangani pada tanggal 3 Desember 2010.

Untuk WK Lampung III, sisa Komitmen Pasti yang harus dilaksanakan berupa Pengeboran 1 Sumur Eksplorasi dengan perkiraan biaya sebesar US$ 2.300.000. Adapun komitmen kerja untuk 3 tahun kedua masa eksplorasi adalah G&G (telah dilaksanakan), Seismik 2D 200 Km, dan Pengeboran 4 Sumur. Kontraktor telah mengajukan Tambahan Waktu Eksplorasi WK Lampung III selama 18 bulan untuk proses pembebasan lahan dalam rangka pengeboran sumur eksplorasi (Sugih-1) dan telah menyerahkan Jaminan Pelaksanaan sebesar US$ 5.300.000.

Sementara GMB Muralim, sisa Komitmen Pasti yang harus dilaksanakan berupa Pengeboran 1 Sumur Eksplorasi dan 1 New Production Test Well sebenarnya sudah dilaksanakan namun belum selesai. Perkiraan biaya penyelesaian tersebut sebesar US$ 300.000. Adapun komitmen kerja untuk 3 tahun kedua masa eksplorasi adalah 1 corehole drilling, 5 Production Test, dan Pengeboran 4 Sumur. Kontraktor telah mengalokasikan dana dalam bentuk Joint Account sebesar US$ 300.000. dan menyerahkan Jaminan Pelaksanaan sebesar US$ 330.000.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here