
Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dan Timor Gas & Petróleo, E.P. (Timor GAP) sepakat untuk memperpanjang kerja sama. Bagi PDSI, kolaborasi dengan perusahaan migas nasional Timor-Leste ini bakal memperkuat langkah ekspansi bisnisnya di kawasan Asia Tenggara. Amandemen Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua perusahaan ditandatangani di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/8).
Direktur Utama PDSI, Avep Disasmita, mengatakan penandatanganan MoU tersebut menjadi kelanjutan kerja sama strategis kedua perusahaan untuk mendukung pengembangan industri pengeboran migas di Timor-Leste dan sekaligus membuka peluang bisnis baru bagi PDSI di tingkat regional. Kerja sama ini merupakan bentuk kepercayaan internasional terhadap kapabilitas PDSI sebagai perusahaan jasa nasional yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang pengeboran serta layanan energi.
“Perpanjangan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara PDSI dan Timor GAP. Kami tidak hanya menghadirkan layanan teknis, tetapi juga mendorong transfer pengetahuan, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kapasitas industri migas di Timor-Leste. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjadi perusahaan jasa pengeboran dan energi berkelas dunia,” ujar Avep dalam keterangan resminya, Selasa (18/8).
Melalui amandemen MoU tersebut, kedua belah pihak sepakat memperpanjang masa kerja sama serta memperluas ruang lingkup kolaborasi pada bidang Onshore Drilling Rig Engineering, Design, and Technical Support. Kerja sama juga membuka peluang bagi PDSI untuk memberikan layanan konsultasi teknis dalam proses pengadaan rig darat (onshore rig), penyediaan jasa operasi dan pemeliharaan (Operation & Maintenance/O&M), hingga penyediaan kru pengeboran bagi Timor GAP.
Sementara itu, Timor GAP tengah mempersiapkan pengembangan bisnis melalui rencana pengadaan rig darat. Kolaborasi dengan PDSI ini diharapkan dapat mempercepat penguatan kemampuan operasional dan teknis perusahaan migas nasional Timor-Leste tersebut.
Tak hanya aspek bisnis, kolaborasi ini juga mencakup pengembangan kompetensi sumber daya manusia. PDSI melalui Indonesia Drilling Training Center (IDTC) di Indramayu berpeluang memberikan pelatihan teknis kepada putra-putri Timor-Leste yang dipersiapkan untuk mendukung pengembangan industri migas di negaranya.
Saat ini, PDSI memiliki 53 unit rig darat milik sendiri dengan kapasitas 150 hingga 2.000 horsepower (HP), termasuk satu unit rig berkapasitas 150 HP yang didedikasikan sebagai fasilitas pelatihan di IDTC.









Tinggalkan Balasan