
Flores, Petrominer – Di tengah suasana duka pascagempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), kebutuhan warga tidak berhenti pada evakuasi dan penyelamatan korban. Ketika rumah rusak, aktivitas masyarakat terhenti, dan sebagian warga harus bertahan di tempat pengungsian, kebutuhan yang tampak sederhana seperti air bersih, makanan, obat-obatan, hingga layanan kesehatan justru menjadi sangat berarti.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan pihaknya menyadari aksi gerak cepat merespons kebutuhan warga terdampak gempa adalah prioritas. Pemulihan sarana dan layanan energi dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan, sementara bantuan kepada masyarakat diarahkan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
“Melalui Pertamina Peduli, bantuan kebutuhan dasar, kesehatan, kebersihan, sanitasi, dan energi darurat telah disalurkan serta akan terus disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan,” kata Baron, Selasa (18/8).
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT, Sabtu (15/8), menimbulkan kerusakan di sejumlah wilayah Flores. Laporan media internasional menyebut Nagekeo, Sikka, dan wilayah sekitar Flores termasuk daerah yang terdampak cukup parah. Akses bantuan juga menghadapi tantangan karena sejumlah ruas jalan terdampak longsor dan komunikasi sempat terganggu.
Di tengah kondisi tersebut, Pertamina bergerak melalui dukungan kemanusiaan yang diarahkan pada kebutuhan dasar masyarakat. Hingga 18 Agustus 2026, sudah tersalur bantuan senilai Rp 415 juta yang menjangkau lebih dari 3.900 penerima manfaat. Bantuan meliputi obat-obatan, bahan makanan pokok, makanan siap saji, perlengkapan pengungsian dan dapur umum, air bersih, serta energi.
Pertamina juga telah mendirikan Posko Pertamina Peduli di Fuel Terminal Reo, Posko Medis di SMP 1 Reo, Kabupaten Manggarai dengan menghadirkan dokter dan paramedis, yang menjangkau 3 fasilitas layanan kesehatan, yakni RS Muhammadiyah Ende, Puskesmas Reo, dan DCU Reo.
Air Bersih
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal (FT) Maumere menyalurkan bantuan 35.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak gempa di empat desa di Maumere. Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga untuk hadir membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendampingi proses pemulihan pascagempa.
Pada 17–18 Agustus 2026, Pertamina Patra Niaga menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di sejumlah desa di Maumere. Sebanyak 25.000 liter air bersih disalurkan kepada sekitar 200 jiwa di Desa Wolo O’a, Desa Detung, Desa Kangae, dan Desa Ojang Lawer pada 17 Agustus, serta 10.000 liter air bersih untuk 65 masyarakat Desa Mekendetung pada 18 Agustus 2026.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan bahwa Pertamina Patra Niaga berupaya hadir membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mendasar di tengah situasi pascagempa. Melalui FT Maumere, Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan dan masyarakat setempat untuk memastikan dukungan dapat diberikan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kami memahami bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, terlebih dalam situasi pemulihan pascagempa. Melalui bantuan ini, kami ingin hadir dan memberikan dukungan nyata kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga dan membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Kitty.
Salah satu penerima manfaat dari Desa Mekendetung menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan.
“Terima kasih Pertamina, telah membantu pengadaan air bersih. Berkat bantuan ini, kami bisa masak dan mandi lagi,” ungkap tanpa bersedia disebutkan namanya.









Tinggalkan Balasan