Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) terus mengerahkan sumber daya terbaiknya untuk penanganan peristiwa yang terjadi di sekitar anjungan Lepas Pantai YYA-1, yang dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).
Setelah sebelumnya mengirimkan tim tanggap darurat, pengerahan tim penanggulangan dilanjutkan dengan mengerahkan 7 tim ahli yang berasal dari berbagai sektor. Tim-tim tersebut dilengkapi dengan lebih dari 20 kapal dan berbagai peralatan yang mendukung seperti oil boom dan puluhan drum dispersant.
“Pengerahan tim tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan gelembung gas yang terjadi di anjungan tersebut. Kami terus melakukan upaya terbaik untuk penanganan di lokasi dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan. Kami juga terus berkordinasi dengan pihak terkait seperti SKK Migas, Ditjen Migas, KLHK, KKKS serta pihak lainnya,” ujar VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, Kamis malam (18/7).
Lokasi anjungan terletak sekitar 2 km dari pantai Utara Jawa, Karawang, Jawa Barat. Sebelumnya, PHE ONWJ telah mengaktifkan Incident Management Team (IMT) untuk menanggulangi kejadian tersebut.
Lihat juga: PHE Siaga Tanggulangi Kebocoran Gas di Lapangan YY
Menurut Fajriyah, prioritas utama yang juga telah dilakukan adalah memastikan keselamatan karyawan yang bekerja sebagai bagian dari team emergency response, masyarakat dan lingkungan sekitar, serta memastikan isolasi serta pengamanan di sekitar lokasi kejadian.
“Pertamina terus melakukan upaya maksimal untuk penanganan peristiwa ini meskipun skala lapangan YY jauh lebih kecil dibandingkan lapangan di mana insiden pernah terjadi di tempat lain seperti di lapangan Macondo, Gulf of Mexico,” tegasnya.









Tinggalkan Balasan