Salah satu rig produksi di area PHE ONWJ.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus memantau dan mengintensifkan upaya penanggulangan kebocoran gas yang terjadi salah satu sumur lapangan YY yang sedang digarap anak usahanya, PHE Offshore North West Java (ONWJ). Hal ini dilakukan setelah pada Jum’at lalu (12/7) terjadi well kick pada sumur reaktivasi YYA-1 yang menyebabkan munculnya gelembung di sekitar anjungan lepas pantai YYA yang berlokasi sekitar dua kilometer (km) dari pantai utara Jawa, Karawang, Jawa Barat.

“Kami telah menghentikan aktivitas di anjungan tersebut dan melakukan tindakan preventif dengan menutup sumur. Semua pekerja telah dievakuasi dari anjungan tersebut,” ujar Vice President Relation PHE, Ifki Sukarya, Rabu (17/).

Ifki menjelaskan, gelembung gas pertama kali muncul di sumur YYA-1, salah satu dari tiga sumur YYA sejak Jum’at pukul 01:30 WIB dinihari. Gelembung gas makin besar pada Minggu (14/7) yang menyebabkan air di sekitar anjungan menjadi keruh. Agar tidak terjadi hal lebih besar, maka dilakukan tindakan preventif dengan menutup sumur.

“Jadi perlu kami sampaikan bahwa perkembangan proyek Lapangan YY ini dalam situasi darurat terjadi, yaitu pada saat sumur YYA-1 terjadi aliran (flow) gelembung gas dari sumur yang perlu ditindaklanjuti dengan penutupan sumur,” tegasnya.

Sebelumnya, status sumur YYA-1 adalah sedang dilakukan tahap pre perforasi untuk persiapan produksi. Sumur ini bukan sumur baru dan pernah dibor sebelumnya. Saat terjadi kebocoran sumur belum berproduksi.

Saat ini, jelas Ifki, PHE telah menerjunkan tim khusus Incident Management Team (IMT) di sekitar sumur untuk memantau perkembangannya. Sekaligus akan dilakukan assessment dengan menganalisa penyebab kebocoran serta langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya.

“Kami telah melaporkan terus perkembangannya ke SKK Migas dan Ditjen Migas. Ada dua orang dari Ditjen Migas di dalam IMT. Kami harapkan tim segera keluar hasil assesement-nya pada hari ini,” katanya.

Selain itu, PHE juga sudah menyiapkan tujuh kapal yang bertugas melakukan pemantauan apabila terjadi kebocoran gas lebih besar atau terlihat adanya indikasi semburan minyak dari sumur.

“Sudah kami siapkan oil boom dan oil skimmer kalau terlihat adanya indikasi minyak. Kami sudah menyiagaka tiga tim di laut,” kata Ifki.

Proyek YY merupakan salah satu proyek yang ditargetkan rampung tahun 2019 ini dengan estimasi produksi minyak sebesar 4.065 barrel oil per day (BOPD) dan gas bumi mencapai 25,5 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here