, ,

SPBU Kompak Lahomi, Titik ke-32 BBM Satu Harga

Posted by

Lahomi, Nias Barat, Petrominer – Pemerintah terus mempercepat realisasi program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga. Lembaga penyalur ke-32 pun diresmikan, Sabtu (2/11).

Adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak di Kecamatan Lahomi, Nias Barat, Sumatera Utara, menjadi lembaga penyalur BBM Satu Harga ke-32. Rencananya, hingga akhir tahun 2017 ini, Pemerintah akan meresmikan 54 lembaga penyalur BBM subsidi tersebut. Program BBM Satu Harga dicanangkan oleh Presiden Jokowi akhir tahun 2016 lalu, dengan tujuan agar harga BBM yang sama dapat dinikmati oleh rakyat di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan timur dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Peresmian SPBU Kompak Lahomi dilakukan oleh Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Harya Adityawarman. Didampingi Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Henry Ahmad, Bupati Nias Barat, Faduhusi Daely, dan Manager Regional PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I, Agus Taufik.

“SPBU Kompak Lahomi adalah titik ke-32. SPBU ini tidak akan terbangun kalau tidak ada sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pertamina dan pengusaha. Keberadaan SPBU ini tolong dijaga. Ini adalah SPBU pertama di Nias Barat. Jangan nanti BBM diborong atau dijual ke pengecer,” tegas Harya.

SPBU Kompak Lahomi memiliki dua tangki pendam dengan kapasitas masing-masing 15 kiloliter (KL) Premium dan 15 KL Biosolar. Pasokan BBM untuk SPBU ini berasal dari Terminal BBM Gunung Sitoli yang berjarak sekitar 58 kilo dari SPBU Kompak Lahomi.

SPBU ini akan memudahkan masyarakat sekitar untuk mendapatkan BBM dengan harga yang sama seperti di Pulau Jawa, yaitu Rp 6.450 per liter untuk Premium dan Rp 5.150 per liter untuk Solar.

Warga tidak perlu lagi menempuh jarak sejauh 20 kilo meter (km) ke arah Sirombu dan 50 km ke arah Gunung Sitoli untuk membeli BBM yang harganya sekitar Rp.7.000 hingga Rp.9.000 per Liter.

Sementara itu, Henry menjelaskan bahwa setiap tahun BPH Migas menetapkan kuota BBM bagi setiap kabupaten/kota, namun belum ada lembaga penyalur di Kabupaten Nias Barat. Dengan berdirinya SPBU Kompak Lahomi, maka kualitas bahan bakar lebih terjamin dengan harga yang sama secara Nasional.

Dalam kesempatan itu, Bupati Nias Barat, Faduhusi Daely, mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat kepada wilayah yang dipimpinnya. Apalagi, sejak berdirinya Kabupaten Nias Barat 8 tahun lalu, belum ada SPBU yang berdiri di Ibu Kota Kabupaten Nias Barat.

“Kerinduan kami selama ini, sejak Kabupaten ini lahir 8 tahun yang lalu terobati. Selama ini kami hanya menjumpai pengecer,” ungkap Faduhusi.

Kabupaten Nias Barat terdiri dari 8 kecamatan dan 105 desa dengan penduduk berjumlah sekitar 92 ribu jiwa. Beridirinya SPBU Kompak Lahomi diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan BBM dengan harga yang berlaku secara Nasional.

“Bayangkan kalau kami ke Gunung Sitoli, dua jam perjalanan Pak. Kami harus cari-cari dulu itu (BBM). Program BBM Satu Harga ini luar biasa. Masyarakat kami hidup dari pertanian dan perikanan. Di sini tidak ada perusahaan, tidak ada pabrik. SPBU ini jadi ciri khas gambaran Ibu Kota Kabupaten, tadinya di sini tidak ada apa-apa,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *