Selesaikan tahap fabrikasi, anjungan PHE-12 milik PHE WMO siap diaktifkan kembali di offshore Jawa Timur.

Kutai Kertanegara, Petrominer – PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (WMO) melakukan pengaktifan kembali anjungan lepas pantai PHE-12 setelah tahap fabrikasi anjungan tersebut selesai. Rencananya, anjungan ini akan dikembalikan ke posisi semula yakni 50 km dari bibir pantai Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Kegiatan pengaktifan kembali PHE-12 ditandai dengan diberangkatkannya (sail away) TopSide dan Jacket anjungan yang telah selesai difabrikasi oleh PT Meindo Elang Indah di Handil Yard, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Seremoni PHE-12 Reactivation Project dilakukan secara daring, Jum’at lalu (11/9), guna mengikuti protokol pencegahan Covid-19. Dihadiri Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas, Luky Yusgiantoro, Direktur Pengembangan dan Produksi PHE, Taufik Aditiyawarman, Direktur Regional 4 – Indonesia Timur, Awang Lazuardi, beserta jajaran manajemen PHE, PHE WMO dan Meindo Elang Indah.

Taufik menegaskan, meskipun kegiatan proyek ini dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19, namun tidak menyurutkan semangat kerja seluruh tim dalam merampungkan proyek ini yang terlaksana dengan capaian tidak adanya insiden dan tanpa kasus Covid-19.

“Proses fabrikasi Topside dan Jacket untuk PHE-12 yang terlaksana dengan aman, selamat dan tepat waktu membuktikan komitmen kami untuk tetap berupaya maksimal sesuai dengan jadwal dan target yang ditentukan,” ungkapnya.

Sejak first cut (jacket fabrication) pada Pebruari 2020 hingga load out TopSide dan Jacket pada Juli dan Agustus 2020, proyek ini dapat dilaksanakan tanpa adanya kecelakaan kerja dengan total safe man-hours sebesar 389.697 (zero man hour), serta tidak ditemukan kasus konfirmasi Covid-19 (zero Covid-19). Berbagai upaya pencegahan pun dilakukan dalam proyek ini, seperti memaksimalkan kegiatan monitoring, rapat, inspeksi dan training secara daring serta menerapkan protokol Covid-19 bagi pekerja di lapangan.

Sementara GM PHE WMO, Dwi Mandhiri, menjelaskan bahwa langkah selanjutnya adalah kegiatan instalasi yang diharapkan dapat berlangsung dengan sukses dan selamat. Dengan begitu, pada bulan November 2020, sumur PHE-12 dapat berproduksi kembali.

Reaktifasi PHE-12 bertujuan untuk memproduksi kembali dua sumur yang sudah ada yaitu sumur PHE-12 A1 dan PHE-12 A3. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi PHE WMO sekitar 1.000 barrel oil per day (BOPD) dengan target start up pada Nopember 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here