Sapaan Pekerja Migas kepada buah hatinya di rumah dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

Jakarta – Bekerja di sektor minyak dan gas bumi (migas), khususnya di lapangan industri hulu, sudah pasti punya tantangan sendiri. Yang paling terharu adalah berpisah dengan keluarga dalam waktu lama. Ada juga rindu dengan buah hati yang tertahan sampai pergantian waktu kerja tiba.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2017, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memfasilitasi beberapa pekerja untuk menyapa anak mereka langsung dari lokasi tempatnya bekerja di daerah terpencil dan tengah laut.

Para pekerja lapangan hulu migas tersebut menyampaikan pesan-pesan kepada anaknya melalui video-video yang diunggah akun instagram @humasskkmigas.

Salah satunya adalah Rangga Fajar Wiwaha. Production Operator ini harus melewati kesempatan mengantar putranya yang baru pertama kali berangkat sekolah. Pasalnya, dia bertugas di Lapangan Kerisi, Wilayah Kerja South Natuna Sea Blok B. Lapangan ini berlokasi di Kepulauan Anambas yang merupakan salah satu titik terluar Indonesia.

Rangga Fajar Wiwaha.

“Selamat memasuki dunia pendidikan. Maaf selama 21 hari ke depan Bapak tidak dapat menemani Azam, khususnya di hari pertama Azam sekolah,” itulah pesan yang disampaikan untuk anaknya dan ditayangkan akun instagram @humasskkmigas pada 23 Juli 2017.

Meskipun tidak bisa mengantarkan anaknya ke sekolah di hari pertama, Rangga tetap berharap anaknya dapat belajar sebaik-baiknya di bangku sekolah tersebut. “Selamat belajar Nak, dengarkan apa kata gurumu, semoga sukses,” pesan Rangga untuk buah hatinya.

Hal senada juga disampaikan Nikko Rachmat yang bekerja sebagai assistant manager operation production di Lapangan Migas Pangkalan Susu, yang dioperasikan oleh PT Pertamina EP di Sumatera Utara.

Nikko Rachmat.

“Maaf ya, Ayah harus jauh dari kalian karena sedang bertugas. Kalian jangan nakal ya, jagain bunda,” demikian pesan Nikko kepada dua orang putrinya.

Sebagai pekerja lapangan, dia tidak bisa setiap saat berkumpul dengan dua buah hatinya tersebut. Namun dia berjanji akan mengajak anaknya bermain bersama ketika pada saat berganti tugas dengan rekannya.

SKK Migas merupakan lembaga negara yang diberi mandat untuk mengawasi dan mengendalikan kegiatan usaha hulu migas. Menurut catatan SKK Migas, saat ini terdapat 277 wilayah kerja migas yang tersebar di seluruh nusantara. Blok migas ini dioperasikan oleh perusahaan migas yang dikenal dengan sebutan kontraktor kontrak kerja sama atau Kontraktor KKS.

Sebagian para kontraktor ini merupakan anak perusahaan multinasional, kedudukan mereka menurut kontrak kerja sama migas tetaplah sebagai kontraktor yang mengerjakan proyek negara dan dikendalikan oleh SKK Migas. Salah satu aspek yang dikontrol oleh SKK Migas adalah dalam pemakaian tenaga kerja asing.

Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) dibatasi hanya pada bidang yang masih belum cukup dipenuhi oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau sebagai perwakilan investor. Itu pun, mereka tetap harus memenuhi berbagai persyaratan, di antaranya memiliki pengalaman kerja 10 tahun di bidangnya. Dengan persyaratan tersebut, TKI mendominasi industri hulu migas Indonesia. Data tahun 2016 menunjukkan dari total 30.531 pekerja hulu migas, jumlah TKI mencapai 29.836 atau sekitar 98 persen.

SKK Migas juga menggagas beberapa alternatif untuk meningkatkan kompetensi TKI. Di antaranya adalah menginisiasi pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi Kegiatan Usaha Hulu Migas (LSP Hulu Migas). Lembaga ini mewadahi pengembangan kompetensi sumber daya hulu migas nasional melalui sertifikasi kompetensi-kompetensi yang ada pada kegiatan hulu migas. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here