Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan keselamatan sesuai dengan standar migas nasional, pekerja membuka katup (valve) utama pengaliran gas bumi dari jaringan distribusi menuju fasilitas pengukuran (metering) PT PGN Tbk di PLTGU Muara Karang, Jakarta. (Humas PGN)

Jakarta, Petrominer – Proses pembentukan Holding BUMN Migas memasuki tahapan baru berikutnya. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) telah menyelesaikan proses akuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas), berikut dengan keempat anak usahanya.

Babak baru proses akuisisi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli (Sales Purchase Agreement/SPA) Saham Pertagas antara Pertamina dan PGN di Kementerian BUMN, Jum’at (28/12). Disaksikan oleh Deputi Pertambangan, Industri Strategis, dan Media, Fajar Harry Sampurno.

“Hari ini PGN mencatat sejarah baru. Kami resmi menjadi Sub Holding Gas karena proses akuisisi Pertagas dan seluruh anak usahanya telah selesai,” kata Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso, usai menandatangani perjanjian tersebut.

Para pihak telah melakukan proses penilaian (valuasi) kembali atas akuisisi Pertagas. Proses penilaian kembali ini diperlukan karena PGN dan Pertamina telah memutuskan untuk mengikutsertakan empat anak usaha Pertagas, yakni PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas, PT Perta-Samtan Gas, dan PT Perta Kalimantan Gas, dalam proses pengambilalihan saham Pertamina di Pertagas oleh PGN.

Sebelumnya pada saat penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (CSPA) yang dilakukan pada 29 Juni 2018 lalu, PGN direncanakan hanya mengakuisisi Pertagas dan anak usahanya, PT Pertagas Niaga saja.

Menurut Gigih, para pihak telah melakukan sejumlah proses di antaranya due diligence, valuasi, dan audit untuk laporan keuangan Pertagas dan seluruh anak perusahaannya. Sebagai konsekuensi atas hasil penilaian kembali tersebut, harga/nilai pengambilahan saham Pertagas dan seluruh anak perusahaannya mengalami perubahan.

Harga pembelian yang semula sebesar Rp 16.604.312.010.021 untuk 2.591.099 lembar saham Pertagas atau setara 51 persen atas Pertagas dan Pertagas Niaga, menjadi Rp 20.183.334.064.184 untuk 2.591.099 lembar saham Pertagas yang merupakan 51 persen dari seluruh saham di Pertagas termasuk kepemilikan di seluruh anak perusahaannya.

“Alhamdulillah beberapa tahapan tersebut sudah selesai dan telah mendapatkan persetujuan dari internal PGN dan Pertamina,” katanya.

Lihat juga: PGN Akuisisi Saham Pertagas Senilai Rp 16,6 Triliun

Terkait skema pembayaran pengambilalihan saham tersebut, menurut Gigih, PGN akan melakukannya dalam dua tahap. Tahap pertama, sebesar 50 persen dari total harga pembelian atau ekuivalen Rp 10.091.667.032.092 akan menggunakan skema pembayaran tunai. Sedangkan untuk tahap kedua, perusahaan akan menerbitkan Promissory Note sebesar 50 persen dari total harga pembelian.

Direktur Utama Pertagas, Wiko Migantoro, mengatakan dengan tuntasnya proses sinergi PGN dan Pertagas ini, proses Holding BUMN Migas diharapkan dapat mencapai tahapan yang penting dan sejumlah tujuan sebagaimana telah diamanatkan Pemerintah dapat terwujud.

“Harapan kami, Holding BUMN Migas ini dapat menciptakan kedaulatan dan ketahanan energi yang pastinya membawa manfaat untuk masyarakat dan negara,” kata Wiko.

Setelah proses integrasi ini selesai, Pertamina sebagai Holding BUMN Migas mengarahkan PGN selaku Subholding Gas untuk mengelola bisnis gas secara terintegrasi di Indonesia. Pertagas akan diintegrasikan sebagai anak usaha PGN, dalam kerangka Holding Migas sebagaimana ditetapkan dalam PP 06 Tahun 2018.

Selanjutnya, PGN bersama dengan Pertagas sebagai pengelola utama kegiatan hilir gas bumi akan semakin kuat. “PGN bersama dengan Pertagas siap untuk menjadi tools strategis negara dalam mewujudkan visi pemerintah dalam mendorong gas bumi sebagai engine of growth,” ujar Gigih.

Melalui integrasi ini, Holding BUMN Migas pun diharapkan menghasilkan sejumlah manfaat, diantaranya menciptakan efisiensi dalam rantai bisnis gas bumi sehingga tercipta harga gas yang lebih kompetitif kepada konsumen, meningkatkan kapasitas dan volume pengelolaan gas bumi nasional, dan meningkatkan kinerja keuangan Holding BUMN Migas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here