Proses pengambilalihan saham Pertagas oleh PGN ini telah dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement /CSPA) antara PT Pertamina (Persero) yang diwakili Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko, Gigih Prakoso, dengan Direktur Utama PT PGN Tbk, Jobi Triananda.

Jakarta, Petrominer – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) telah resmi mengakuisisi saham PT Pertamina Gas (Pertagas), anak perusahaan PT Pertamina (Persero). Proses pengambilalihan saham Pertagas itu dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement /CSPA) pada 29 Juni 2018 lalu, antara Pertamina yang diwakili Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko, Gigih Prakoso, dengan Direktur Utama PGN, Jobi Triananda.

“PGN mengambilalih saham Pertagas yang dimiliki Pertamina, dengan total nilai nominal sebesar Rp 16.604.312.010.201 (Rp 16,6 triliun). Nilai ini setara dengan 51 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam Pertagas,” ujar Jobi, Selasa (5/7).

Dia menjelaskan, nilai Transaksi tersebut merupakan harga pembelian untuk 2.591.099 lembar saham yang dimiliki oleh Pertamina dalam Pertagas. Dalam transaksi itu, hanya PT Pertagas Niaga yang terdaftar sebagai anak usaha Pertagas. Sementara PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas, PT Perta Samtan Gas, dan PT Perta Kalimantan Gas sudah dikeluarkan dari buku Pertagas.

Menurut Jobi, akuisisi tersebut merupakan tindak lanjut keputusan pemerintah untuk holding BUMN Migas. “Kenapa 51 persen? Buat PGN yang utama adalah bagaimana bisnis transmisi dan distribusi bisa dikordinasikan,” jelasnya.

Direksi PGN memaparkan soal akuisisi Pertagas di Jakarta, Selasa (5/7).

Dalam kesempatan itu, Direktur Keuangan PGN, Said Reza Pahlevy, menjelaskan bahwa PGN belum memikirkan bagaimana 49 persen saham Pertagas lainnya. Meski begitu, hal tersebut sudah masuk dalam opsi PGN untuk mengakuisisi sisanya. Namun, jelas Reza, saat ini pihaknya masih akan fokus mengelola 51 persen saham itu dan menyelesaikan proyek yang tengah berjalan.

PGN masih mencari pendanaan untuk mengakuisisi 51 persen saham Pertagas itu. Ada beberapa cara yang disiapkan. Sebanyak sepertiga dana akuisisi atau sekitar Rp 5 triliun akan diambil dari kas internal. Sedangkan sisanya berasal dari perbangkan ataupun penerbitan obligasi.

Menurut Reza, saat ini sudah ada beberapa bank yang mengamankan fasilitas pinjaman untuk PGN. Namun, dia masih enggan menyebutkan lebih detail.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here