
Jakarta, Petrominer – Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Julfi Hadi, menyampaikan bahwa saat ini PGE dalam tahap merealisasikan target kapasitas terpasang sebesar 1 GW (gigawatt) dalam 2-3 tahun mendatang. Upaya ini dilakukan dalam mendukung agenda transformasi bauran energi nasional.
“Upaya ini kami lakukan dalam mendukung agenda transformasi bauran energi nasional dengan meningkatkan kapasitas pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) hingga 76 persen pada periode 2025–2034,” ujar Julfi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PGE Tahun Buku 2024, yang diselenggarakan, Selasa (3/6).
Sebagai world class green energy company dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, menurutnya, saat ini PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 1.887 MW (megawatt). Dengan rincian, kapasitas 672 MW dikelola mandiri dan 1.205 MW dikelola bersama mitra.
“PGE optimistis dapat meningkatkan kapasitas terpasang mandiri menjadi 1 GW dalam dua tahun ke depan, dan 1,7 GW pada tahun 2033 mendatang,” tegas Julfi.
Selain itu, PGE menargetkan proyek Lumut Balai Unit 2 untuk mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2025. Proyek ini akan memperkuat portofolio energi hijau dan menjadi sinyal optimistis PGE untuk mendorong peningkatan operasional dan kinerja keuangan sepanjang tahun 2025.
Sementara dari sisi Environmental, Social, and Governance (ESG), PGE telah menunjukkan kepatuhannya dengan meraih 18 penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Apresiasi ini merupakan bentuk pengakuan tertinggi atas kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Bahkan, PGE Area Kamojang berhasil meraih PROPER EMAS selama 14 tahun berturut-turut, dan menjadikan PGE satu-satunya perusahaan yang memperoleh pencapaian ini.
Lebih dari itu, PGE juga meraih peringkat pertama ESG Risk Rating Global oleh Sustainalytics. PGE mencatat skor 7,1, yang menunjukkan bahwa perusahaan ini berada dalam kategori “Negligible Risk” atau risiko yang dapat diabaikan.
Menanggapi seluruh capaian positif tersebut, Julfi menegaskan sikap optimistisnya dalam mengoptimalkan pengelolaan panas bumi.
“Kami akan terus berkomitmen memberikan kinerja terbaik demi mendukung transisi energi nasional,” tegasnya.























