
Jakarta, Petrominer — Pemerintah menawarkan 15 wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) pada putaran I tahun 2016. Terdiri dari 14 WK migas konvensional dan 1 WK migas non konvensional.
Pengumuman penawaran WK migas ini disampaikan oleh Direktur Pembinaan Usaha Hulu, Ditjen Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, dalam acara penutupan Konvensi dan Pameran IPA ke 40 di Jakarta Convention Center (JCC), Jum’at sore (27/5).
Dalam kesempatan itu, Djoko menyampaikan bahwa Pemerintah memperkenalkan konsep baru penawaran WK Migas tahun 2016 yaitu pertama, terms and conditions yang diterapkan pada suatu WK merupakan owner estimate keekonomian Bagi Pemerintah.
Kedua, peserta lelang dapat menyampaikan penawaran terhadap besaran split bagi hasil (open bid split), sepanjang bagi hasil Pemerintah setelah dipotong pajak lebih besar dari bagian kontraktor dan menyampaikan penawaran besaran bonus tanda tangan sepanjang non zero bonus.
Ketiga, Pemerintah memberikan penilaian terbaik kepada peserta lelang yang menyampaikan penawaran dengan batasan tertentu terdapat owner estimate yang telah diterapkan.
Lebih lanjut Djoko menjelaskan, konsep penilaian penawaran WK migas ini didasarkan pada: pertama, penilaian dasar terdiri dari penilaian kemampuan keuangan dan komitmen teknis yang ditawarkan oleh peserta lelang. Selanjutnya, para peserta lelang yang dinyatakan lulus penilaian dasar adalah peserta lelang yang memenuhi persyaratan administratif, teknis dan mempunyai kemampuan keuangan untuk mendukung pelaksanaan komitmen pasti 3 tahun pertama.
Kedua, penilaian akhir/pemeringkatan calon pemenang lelang didasarkan pada perpaduan antara komitmen kerja (teknis), besaran bonus tanda tangan dan besaran split bagi hasil yang ditawarkan oleh peserta lelang.
Berikut WK Konvensional yang dilelang:
Mekanisme Reguler
1. Blok South CPP. Memiliki luas area 2.672,53 km2. Terletak pada Onshore Riaum ketersediaan data berupa 226 km seismik 2D dan 6 data sumur.
2. Blok OTI. Memiliki luas area 5.480,80 km2. Terletak di lepas pantai Kalimantan Timur, ketersediaan data berupa seismik 2D sepanjang 2.119,84 km, EMGS Survey, dan data 5 sumur.
3. Blok Suremana I. Memiliki luas area 2.885,21 km2. Terletak di Selat Makassar, ketersediaan data berupa speculative survey, EMGS survey dan data 1 sumur.
4. Blok Manakarra Mamuju. Memiliki luas area 7.033,19 km2. Terletak pada Selatan Makassar, dengan ketersediaan dara berupa seismik 2D (panjang lintasan 2.094,68 km) dan data 2 sumur.
5. Blok South East Mandar. Memiliki luas 3.410,51 km2, terletak pada Lepas Pantai Sulawesi Selatan – Sulawesi Barat. Ketersediaan dara berupa 55 lines seismik 2D dan data 3 sumur.
6. Blok North Arguni. Memiliki luas 5.397,96 km2, terletak pada Daratan Papua Barat. Ketersediaan data berupa seismik 2D (panjang lintasan 1.543,41 km) dan data 2 sumur.
7. Blok Kasuari II. Memiliki luas 1.821,29 km2, terletak pada Daratan Papua Barat. Ketersediaan berupa seismik 2D (panjang lintasan 1.543,41 km) dan data 2 sumur.
Mekanisme Langsung
1. Blok Batu Gajah Dua. Memiliki luas 658,81 km2. Terletak pada Onshore Jambi, ketersediaan data berupa 94 lines seismik 2D (panjang 1.307,93 km) dan 9 data sumur.
2. Blok Kasongan Sampit. Memiliki luas area 8.124,56 km2. Terletak di daratan Kalimantan Tengah, dengan ketersediaan data 5 lines seismik 2D dan 3 data sumur.
3. Blok Ampuh. Memiliki luas area 7.896,25 km2. Terletak di Laut Jawa, ketersediaan data berupa 27 lines seismik 2D dengan panjang lintasan 1.278,8 km dan data 3 sumur.
4. Blok Bukit Barat. Memiliki luas 2.446,99 km2, terletak pada Lepas Pantai Kepulauan Riau, dengan ketersediaan data berupa 276 lime seismik 2D dan data 4 sumur.
5. Blok West Kaimana. Memiliki luas 4.116,27 km2. Terletak pada Daratan dan Lepas Pantai Papua Barat dengan ketersediaan data berupa 22 lines seismic 2D (panjang lintasan 599,7 km) dan data 7 sumur.
6. Blok Onin. Memiliki luas 5.094,41 km2, terletak pada Daratan dan Lepas Pantai Papua Barat dengan ketersediaan data berupa 60 lines seismic 2D dan data 2 sumur.
7. Blok Ebuny. Memiliki luas 8.208,32 km2. Terletak pada Lepas Pantai Sulawesi Tenggara dengan ketersediaan data berupa 119 lines seismic 2D dan data 1 sumur.
Untuk WK Migas Non-Konvensional, hanya satu yakni Blok MNK Batu Ampar. Blok ini memiliki luas 2.452 km2. Terletak di daratan Kalimantan Timur dengan kelengkapan data berupa 35 lines seismic dan data empat sumur.

























