Serang, Petrominer – SKK Migas terus mendorong upaya peningkatan penggunaan barang dan jasa produk dalam negeri pada kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi (migas). Salah satunya melalui program penilaian dan pembinaan bersama. Upaya ini juga untuk mendukung program pemerintah tentang kandungan kapasitas nasional atau Tingkat Komponen dalam negeri (TKDN).
Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman, mengatakan bahwa program penilaian dan pembinaan bersama hulu migas merupakan salah satu campingn yang baik agar SKK Migas, Kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) dan Kementerian ESDM bisa memastikan bahwa produk yang dihasilkan merupakan produk yang berkualitas sehingga dapat mendukung kegiatan operasi dan proyek hulu migas.
“SKK Migas selalu mendorong pelaksanaan program pemerintah dalam peningkatan penggunaan barang dan jasa produksi dalam negeri pada kegiatan usaha hulu migas,” ujar Fatar saat mengunjungi pabrik valve di Serang, Banten, Rabu (15/12).
Menurutnya, untuk menjaga kualitas produk dalam negeri di Industri Hulu Migas, SKK Migas dan KKKS melakukan penilaian dan pembinaan secara objektif terhadap produk yang dihasilkan untuk pemenuhan kebutuhan operasi yang bersifat fit to purpose. Dengan begitu, industri penunjang dapat terlibat secara optimal dalam mendukung kebutuhan operasi KKKS.
“Penggunaan produk dalam negeri bisa berdampak terhadap penurunan biaya produksi, namun tetap menjaga kualitas produk. Inovasi tetap harus dilakukan agar lebih efisien, agresif dan masif,” ungkap Fatar.
Dia pun mengajak seluruh pihak untuk terlibat aktif dalam mendorong peningkatan penggunaan produksi industri nasional guna mendukung proyek dan operasi hulu migas. Langkah ini diyakini bisa menimbulkan efek berganda (multiplier effect) pada kegiatan hulu migas Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Erwin Suryadi, mengatakan produk yang dihasilkan dari pabrik valve ini sudah sesuai dengan standarisasi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan proyek di Industri hulu migas.
Sementara Koordinator Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Migas, Kementerian ESDM, Naufal Noor Rochman berharap produk valve ini dapat memenuhi standar kebutuhan proyek dan operasi hulu migas di Indonesia. Pasalnya, produk tersebut bisa menekan biaya impor kebutuhan valve di industri migas.









Tinggalkan Balasan