Direktur Jenderal EBTKE, Kementerian ESDM, Rida Mulyana. (Petrominer/Fachry Latief)

Jakarta, Petrominer – Menyusul pemaparan capaian kinerja sektor Energi dan Sumber Daya Mineral pekan lalu, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) menyampaikan rincian capaiannya di tahun 2018 lalu.

Paparan disampaikan oleh Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana, di kantor Ditjen EBKTE di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (8/1). Didampingi Sekretaris Ditjen dan para Direktur di Ditjen EBKTE.

Berikut capaian subsektor EBTKE selama tahun 2018:

1. Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 2.280 miliar. Capaian ini 326 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN 2018 sebesar Rp 700 miliar.

2. Lebih dari 90 persen anggaran yang dimiliki oleh Ditjen EBTKE digunakan untuk kepentingan masyarakat, yakni untuk pembangunan infrastruktur EBT.

3. Dana yang dikelola sebesar Rp 1,72 triliun ditujukan untuk rakyat, dalam bentuk Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), penyediaan listrik off grid di daerah yang masih terisolasi, pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) berbasis tenaga surya, dan pemanfaatan bioenergi.

4. Sebanyak 172.996 unit LTSHE telah membagikan di 16 provinsi, terutama untuk masyarakat yang bertempat tinggal di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Apabila ditambahkan dengan 79.556 unit LTSHE yang didistribusikan tahun 2017, program ini telah melistriki sebanyak 2.828 desa.

5. Hingga akhir tahun 2018, kapasitas pembangkit EBT terus meningkat. Kapasitas terpasang pembangkit panas bumi (PLTP) mencapai 1.948,5 Megawatt (MW), tambahan 140 MW dari PLTP Karaha 1 (30 MW) dan PLTP Sarulla (110 MW). Kapasitas PLTS dan PLTMH mencapai 331,8 MW. Juga telah beroperasi PLTB Sidrap dengan kapasitas 75 MW dan PLTB Jeneponto sebesar 72 MW siap beroperasi.

6. Untuk kapasitas terpasang pembangkit bioenergi telah mencapai 1.858,5 MW, terdiri dari PLT Biomassa, Biogas, PLT Sampah, dan Biofuel.

7. Penurunan emisi CO2 melebihi target dengan realisasi sebesar 43,8 juta ton, dan penghematan energi tahun 2015 sampai 2018 mencapai 31.011 GWH atau setara dengan Rp 31,8 triliun.

8. Sebanyak 5 regulasi dan 9 perizinan dicabut, serta 10 Peraturan Menteri ESDM dihasilkan untuk memudahkan investasi di subsektor EBTKE.

Dalam kesempatan itu, Rida juga memaparkan outlook subsektor EBTKE pada tahun 2019 ini. Berikut targetnya:

1. Peningkatan peran pentingnya dalam PNBP nasional dengan target capaian PNBP sebesar Rp 880 miliar, naik Rp 180 miliar dari target tahun 2018.

2. Upaya meningkatkan kemampuan pasokan energi untuk domestik melalui peningkatan target produksi uap panas bumi sebesar 103,8 juta ton, biofuel sebesar 7,37 juta KL.

3. Terkait peningkatan efisiensi pemakaian dan pengelolaan energi, ditargetkan intensitas energi primer 425 SBM per miliar Rp dan penurunan emisi CO2 sebesar 48,8 juta ton pada tahun 2019.

4. Konsisten meningkatkan pengembangan berbagai sumber energi dalam rangka diversifikasi energi, salah satunya melalu pemanfaatan BBN pada BBM PSO. Targetnya 20 persen usaha mikro, perikanan, pertanian, transportasi dan pelayanan umum menggunakan BBN pada BBM-nya. Demikian juga untuk non-PSO. 20 persen juga ditargetkan untuk transportasi, industri, komersial dan pembangkit listrik.

5. Target LTSHE yang dibagikan adalah sebanyak 98.481 unit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here