Jakarta, Petrominer – Tahun 2022 menjadi momentum pemulihan ekonomi nasional setelah dua tahun sebelumnya difokuskan pada penanganan pandemi Covid-19. Subsektor migas berupaya keras tumbuh positif dan mengoptimalkan potensi sumber daya untuk melindungi masyarakat serta mendukung pemulihan ekonomi.
Beragam upaya pun dilakukan Pemerintah untuk membuka peluang investasi sebesar-besarnya. Salah satunya di hulu migas, yang masih menjanjikan bagi para pelaku usaha.
Buktinya, sepanjang tahun 2022, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (migas) Kementerian ESDM berhasil menawarkan 13 Wilayah Kerja (WK) migas. Ini melebihi target penawaran 10 WK Migas atau mencapai 130 persen dari target.
Menurut Dirjen Migas, Tutuka Ariadji, pengumuman Penawaran WK Migas Konvensional Tahun 2022 dilakukan dalam dua tahap. Dari penawaran tahap I yang melelang 7 WK, ditetapkan 4 WK Pemenang yaitu WK Bawean, WK Offshore North West Aceh, WK Offshore South West Aceh dan WK West Kampar. Sedangkan penawaran tahap II, telah diumumkan 2 pemenang lelang yaitu WK Jabung Tengah dan WK Paus. Empat WK lainnya masih dalam proses lelang.
“Terhadap WK migas yang tidak didapatkan pemenangnya, ditetapkan sebagai WK available yang dapat diusulkan sebagai Penawaran Langsung tanpa melalui Studi Bersama atau diusulkan untuk dilelang kembali melalui Studi Bersama,” papar Tutuka dalam Konferensi Pers Virtual terkait Capaian Kinerja Migas Tahun 2022 dan Rencana Kerja Tahun 2023, Senin sore (30/1).
Tidak hanya itu, pada tahun 2022 juga dilakukan penandatanganan 5 Kontrak Kerja Sama (KKS). Terdiri dari 4 kontrak hasil lelang tahun 2021 yaitu WK Bertak Puyuh Pijar, WK Agung I, WK Agung II dan WK North Ketapang, dan 1 kontrak hasil lelang tahun 2022 yaitu WK Bawean.
Keberhasilan penawaran WK Migas ini tidak lepas dari upaya-upaya Pemerintah dalam meningkatkan minat investor dengan melakukan perbaikan Bentuk dan Ketentuan-Ketentuan Pokok (Terms & Conditions) KKS agar lebih menarik. Di antaranya memberikan insentif dan Participating Interest (PI) 10% kepada BUMD di WK Migas.

Kinerja positif lainnya adalah pemanfaatan gas untuk dalam negeri yang mencapai 68 persen, PNBP SDA Migas sebesar Rp 148,70 triliun atau 106,90 persen di atas target, pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) sebanyak 40.877 sambungan rumah (SR) dan pendistribusian konverter kit untuk nelayan dan petani masing-masing 30.000 paket.
“Pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri akan terus ditingkatkan dengan memastikan kesiapan sektor pengguna gas dalam negeri melalui berbagai kebijakan, demi mendukung tumbuh kembangnya industri dalam negeri,” ungkap Tutuka.
Sementara lifting migas yang merupakan komponen dalam perhitungan besaran penerimaan negara, realisasi tahun 2022 mencapai 612 MBOPD untuk minyak (87 persen dari target 703 MBOPD) dan 955 MBOEPD (92,18 persen dari target 1003 MBOEPD) untuk gas bumi, dengan ICP rata-rata sebesar US$ 97,03 per barel (97 persen dari target US$ 100 per barel).
Menurutnya, tidak tercapainya target lifting migas tersebut antara lain karena rendahnya posisi awal atau low entry point pada awal tahun 2022, unplanned shutdown dan delay field onstream pada beberapa proyek hulu migas.
“Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan upaya peningkatan dan pencapaian lifting migas yang telah dan akan terus dilakukan, antara lain optimasi produksi pada lapangan eksisting, transformasi Resources to Production, mempercepat chemical EOR, eksplorasi masif untuk penemuan besar, serta kemudahan investasi dan insentif,” jelas Tutuka.

Penerimaan negara terutama PNBP SDA Migas tahun 2022 mencapai Rp 148,70 triliun atau 106,90 persen di atas target. Peningkatan PNBP SDA ini disebabkan adanya kenaikan nilai ICP yang menjadi US$ 97,03 per barel sebagai dampak kenaikan harga minyak dunia akibat perang Rusia-Ukraina.
Dengan bergabungnya Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas pada tahun 2022, maka penerimaan negara dari sektor PNBP BLU telah mencapai Rp 188 miliar atau 121,29 persen dari target Rp 155 miliar.
Investasi migas tahun 2022 mencapai US$ 13,90 miliar dari target US$ 17,01 miliar. Beberapa tantangan dalam pencapaian investasi migas di antaranya perubahan insentif dan fiskal hulu migas serta perubahan investasi hilir migas seperti RDMP dan GRR, serta proyek pembangunan pipa gas.
Dalam upaya menyediakan akses energi bagi masyarakat yang dapat dirasakan langsung manfaatnya, tahun 2022 Ditjen Migas terus membangun infrastruktur seperti jargas sejumlah 40.877 SR yang tersebar di 12 kab/kota dari target 40.777 SR.
Sebagai bentuk dukungan untuk pemulihan ekonomi, dilakukan pendistribusian konverter kit untuk nelayan sebanyak 30.000 paket yang tersebar di 17 provinsi dan konverter kit untuk petani sebanyak 30.000 paket yang tersebar di 16 provinsi. Tak hanya l itu, telah dibangun juga pipa gas Semarang-Batang Tahap I yang hingga Desember 2022 telah mencapai 67,33 persen.
Rencana 2023
Pemerintah mengharapkan perekonomian Indonesia dapat segera membaik. Optimisme tersebut dituangkan dalam Rencana Kinerja Ditjen Migas tahun 2023, yaitu:
Penawaran WK Migas ditargetkan sebanyak 10 WK. Penerapan kebijakan melalui pemberian insentif dan PI 10% akan terus dilaksanakan untuk meningkatkan minat investor terhadap WK. Penawaran WK juga diharapkan akan menarik investor untuk berinvestasi dan membangkitkan kembali gairah kegiatan usaha hulu migas di Indonesia.
Pemanfaatan gas domestik ditingkatkan menjadi 67 persen. Pemerintah akan terus berupaya menghasilkan kebijakan-kebijakan yang tetapt dan memantau pelaksanaannya melalui kerja sama yang lebih erat dengan stakeholder.
Target lifting minyak sebesar 660 MBOPD dan lifting gas bumi sebesar 1.100 MBOEPD, dengan ICP rata-rata sebesar US$ 90 per barel sesuai dengan penetapan asumsi dasar makro APBN TA 2023.
PNBP SDA Migas tahun 2023 ditargetkan Rp 131,2 triliun dengan perkiraan nilai ICP sebesar US$ 90 per barel. Sedangkan target PNBP BLU Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas pada tahun 2023 adalah Rp 150 miliar.
Investasi migas ditargetkan Rp 17,4 triliun.
Infrastruktur migas akan terus dilaksakanakan. Rencana pembangunan jargas tahun 2023 akan dilaksanakan dengan skema non APBN. Sementara kegiatan pendistribusian konverter kit untuk nelayan ditargetkan sebanyak 20.000 paket di 13 provinsi dan untuk petani sebanyak 30.000 paket di 13 provinsi. Pada tahun 2023, pembangunan Pipa Transmisi Ruas Semarang–Batang tahap I masih akan terus dilanjutkan dan seiring dengan akan dibangunnya ruas Cirebon–Semarang tahap II.
Penyaluran BBM dan LPG, seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan kebutuhan terhadap energi migas, maka penyaluran minyak tanah dipatok sebesar 0,5 juta KL, Solar sebanyak 17 juta KL dan LPG sebesar 8 juta MTon.
SLA Perizinan Migas, Ditjen Migas sebagai salah satu unit eselon I yang memiliki layanan perizinan, tetap berkomitmen memberikan pelayanan prima melalui optimalisasi penyelesaian perizinan dengan target SLA 8 hari untuk setiap perizinan hulu dan perizinan hilir migas.









Tinggalkan Balasan