Usai penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) tentang pelaksanaan asesmen Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) untuk BUMN, Kamis (22/4).

Jakarta, Petrominer – Kementerian Perindustrian akan segera melakukan penilaian (assessment) terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melihat kesiapan BUMN bertransformasi menuju Industri 4.0. Ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas, efisiensi, kontribusi nilai tambah, daya saing dan keberlanjutan industri BUMN.

Ini sebagai tindak lanjut dari ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) tentang pelaksanaan asesmen Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) untuk BUMN. MoU tersebut ditandatangani oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri BUMN, Erick Thohir, di Kementerian Perindustrian, Kamis (22/4).

Agus menjelaskan bahwa penandatanganan MoU ini untuk mendukung program Making BUMN 4.0 sebagai bagian dari program Making Indonesia 4.0 dalam mendorong kesiapan BUMN bertransformasi ke industri 4.0. Pelaksanaan asesmen mengacu pada Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 12 Tahun 2020 tentang pengukuran tingkat kesiapan industri dalam bertransformasi menuju Industri 4.0.

Ruang lingkup MoU berupa penyusunan program asesmen INDI 4.0, validasi bersama hasil verifikasi asesmen INDI 4.0, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program asesmen INDI 4.0 serta pengembangan Ekosistem Industri (SINDI) 4.0 dalam mempercepat implementasi program Making Indonesia 4.0.

Baru 17 dari total 107 BUMN yang telah melakukan asesmen INDI 4.0 tahun 2019 dan tahun 2020. Salah satunya adalah PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan PT Pegadaian (Persero).

Usai penandatangan MoU, Menperin memberikan penghargaan kepada kedua BUMN tersebut. Penghargaan diterima oleh Direktur Utama PKT, Rahmad Pribadi, dan Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto.

PKT sebagai National Lighthouse Industri 4.0, karena telah menunjukkan hasil implementasi Industri 4.0 memberi dampak finansial dan operasional luar biasa, dan menjadi role model bagi industri lain dalam melakukan transformasi digital ke implementasi Industri 4.0.

Sementara Pegadaian menjadi perusahaan jasa/perusahaan non-manufaktur pertama yang melakukan asesmen INDI 4.0 dengan skor INDI 4.0 sebesar 3.41 (berada pada level Matang dalam menerapkan Industri 4.0) dan telah menerapkan beberapa teknologi Industri 4.0 dalam menjalankan aktivitas jasa keuangannya.

Sementara itu, Erick menyatakan bahwa Kementerian BUMN berinisiasi membuat program Making BUMN 4.0 untuk mendukung Making Indonesia 4.0.

“Untuk mendukung program Making BUMN 4.0, BUMN perlu mengukur kesiapannya melalui asesmen INDI 4.0dan bertransformasi menuju Industri 4.0 untuk meningkatkan kontribusinya mendukung program-program prioritas nasional,” paparnya.

Selain itu, Kementerian BUMN juga telah mendorong terbentuknya Learning Institute dan Research Institute yang terintegrasi untuk seluruh BUMN. Ini bisa menjadi platform atau fasilitas yang bersifat kolaboratif sebagai tempat berkumpulnya para ahli ilmu pengetahuan, serta otonom dalam hal learning, research dan innovation pada sinergi pengembangan dan pemanfaatan keunggulan BUMN.

“Melalui platform atau fasilitas ini, kami berharap dapat mewujudkan BUMN sebagai tempat untuk learn, grow, and contribute dalam menjalankan peran Making BUMN 4.0,” jelas Erick.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here