Harga batubara saat ini sedang mengalami kenaikan.

Jakarta, Petrominer – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batubara untuk kelistrikan nasional sebesar US$ 70 per ton. Harga tersebut ditetapkan agar tarif tenaga listrik tetap terjaga, demi melindungi daya beli masyarakat dan industri yang kompetitif.

“Pemerintah menetapkan harga jual batubara untuk PLTU dalam negeri sebesar US$ 70 per ton untuk nilai kalori 6.322 GAR, atau menggunakan Harga Batubara Acuan (HBA) apabila HBA berada di bawah US$ 70 per ton,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian ESDM, Agung Pribadi, Jum’at (9/3).

Ketetapan itu dimuat dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 1395K/30/MEM/2018 Tentang Harga Batubara untuk Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum. Penetapan harga khusus tersebut berlaku surut sejak 1 Januari 2018 hingga Desember 2019. Artinya, kontrak-kontrak penjualan yang sudah berjalan sejak 1 Januari 2018 akan disesuaikan.

Menurut Agung, keputusan tersebut dibuat dengan mempertimbangkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Perubahan Kelima PP Nomor 1 Tahun 2014 tentang Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Logam dan Batubara.

“Sementara untuk harga batubara dengan nilai kalori lainnya, dikonversi terhadap harga batubara pada nilai kalori 6.322 GAR tersebut berdasarkan perhitungan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian ESDM telah menetapkan volume maksimal pembelian batubara untuk pembangkit listrik (Domestic Market Obligation /DMO) sebesar 100 juta ton per tahun. Besaran ini sesuai dengan kebutuhan batubara untuk pembangkit listrik.

Meski harga sudah dipatok, namun besaran pembayaran royalti dan pajak tetap dihitung berdasarkan harga transaksional. Tidak hanya itu, perusahaan yang menjual batubara untuk kepentingan listrik nasional dapat diberikan tambahan produksi sebesar 10 persen apabila memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku.

Agung juga menjelaskan bahwa penetapan harga tersebut hanya berlaku untuk penjualan kelistrikan nasional. Sedangkan, penetapan harga di luar kepentingan tersebut tetap mengacu pada HBA.

“Penetapan harga jual batubara untuk PLTU tersebut agar tarif tenaga listrik tetap terjaga, demi melindungi daya beli masyarakat dan industri yang kompetitif,” paparnya.

Seperti diketahui, sekitar 57 persen pembangkit PLN menggunakan batubara sebagai bahan bakarnya. Dengan harga HBA yang saat ini mencapai $ 101,86 per ton membuat biaya pokok penyediaan listrik oleh PLN melonjak tinggi, sehingga perlu didapatkan solusinya agar PLN tidak terbebani.

.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here