SPBU Kompak di Nanga Tebidah, Kayan Hulu, Sintang, Kalimantan Barat.

Sintang, Petrominer – Kini masyarakat di Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dapat menikmati Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan harga yang sama dengan harga BBM di perkotaan. Ini berkat kehadiran SPBU Pertamina untuk daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) yang beroperasi secara resmi sejak Senin (22/2) lalu.

Menurut Sales Branch Manager Pertamina Rayon III Kalimantan Barat, Novan Reza Pahlevi, SPBU 66.786.06 ini merupakan salah satu bentuk perwujudan program nawacita Presiden Joko Widodo untuk memberikan keadilan dan pemerataan energi bagi seluruh rakyat Indonesia hingga ke seluruh pelosok. Bahkan wilayah di wilayah Kalimantan yang secara geografis memiliki banyak tantangan, mulai dari infrastruktur hingga cuaca ekstrem.

Ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam Program BBM Satu Harga yang dicanangkan Presiden sejak akhir 2016 lalu. Kebijakan ini mengikuti pencabutan subsidi BBM dan pemberian penugasan kepada Pertamina untuk menyalurkan BBM ke daerah terpencil melalui pembangunan SPBU dan mengatur penyalurannya secara rutin baik melalui darat, laut, maupun udara.

“Program ini telah berlangsung dari tahun 2016 dan hingga sekarang, Pertamina berkomitmen penuh menjadi perpanjangan tangan Pemerintah untuk mewujudkan keadilan di bidang energi dengan menyediakan BBM dengan harga yang sama, baik di Jawa, kota maupun pelosok desa,” ujar Novan.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang, Sudirman, menyebutkan bahwa kehadiran SPBU 3T ini sejalan dengan kebijakan Pemkab Sintang, yakni membangun daerah dari pinggiran.

“Jadilah SPBU ini salah satu bentuk mereaslisasikan kebijakan Pemkab Sintang mencapai kemandirian energi. Melalui Pertamina dan mitranya, Alhamdulillah tidak adalagi perbedaan harga minyak di Jawa dan di Kayan Hulu,” ungkap Sudirman.

Dengan adanya SPBU 3T ini, masyarakat dapat menikmati Premium dengan harga Rp 6.450 per liter dan Solar Rp 5.150 per liter. Padahal sebelumnya, masyarakat harus merogoh kocek Rp 11.000 untuk 1 liter Premium dan Rp 10.000 untuk Biosolar. Selain itu, SPBU ini juga menjual produk bahan bakar khusus yaitu Pertalite.

Letak SPBU berada di Nanga Tebidah, Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Lokasi ini sangat strategis. Pasalnya, sangat membantu perekonomian masyarakat di Kayan Hulu yang didominasi mata pencaharian sebagai peladang dan perdagangan. Masyarakat dapat memanfaatkan kelebihan uangnya untuk dialihkan ke kebutuhan lainnya.

Namun untuk memenuhi kebutuhan BBM bagi masyarakat di Kayan Hulu tidaklah mudah. Armada Pertamina harus menempuh perjalanan sejauh sekitar 112 km melalui jalur darat.

“Tantangan pada saat distribusi BBM ke SPBU Kompak ini yaitu kondisi jalan atau akses menuju lokasi yang saat ini harus melalui jalan yang rusak dan medan yang cukup menantang. Hal ini disebabkan sebagian rute yang dilewati armada Pertamina harus melalui jalan di perkampungan warga dan sebagian besar jalan masih tanah merah,” jelas Novan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here