Sejumlah pekerja mendapatkan penjelasan mengenai safety riding kendaraan roda dua pada acara "Coaching Clinic Safety & Defensive Riding " bersama dengan Rifat Drive Labs & Doni Tata di Lapangan Parkir, Pertamina Pusat, Jakarta, Kamis (22/2).

Jakarta, Petrominer – Sudahkan anda berkendara dengan aman dan nyaman di jalan raya? Terutama bagi para pengendara sepeda motor. Selain teknik berkendara yang baik dan aman, hal penting yang harus diterapkan adalah pemeriksaan kendaraan sebelum melakukan perjalanan

Demikian pesan utama yang disampaikan oleh pembalap Doni Tata Pradita dalam gelaran acara Coaching Clinic Safety Riding di lapangan parkir kantor pusat PT Pertamina (Persero), Kamis (22/2). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pertamina dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya Pekerja Pertamina, untuk menerapkan budaya aman dan nyaman berkendara di jalan raya.

Menurut Vice President HSE Management System, Iwan Jatmika, acara ini digelar dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional, dan sekaligus bentuk kepedulian perusahaan terhadap mitra dan konsumen, khususnya pengendara motor. Pertamina komitmen untuk terus menerus mengedukasi masyarakat agar memahami bagaimana cara menggunakan kendaraan yang aman dan nyaman.

Acara yang dikemas dalam bentuk sharing session ini menyajikan diskusi cara berkendara yang baik dari pembalap nasional tersebut. Pengalaman malang melintang selama ini di dunia balap diharapkan bisa menjadi tips yang penting dan menarik bagi pengguna kendaraan agar terhindar dari resiko kecelakaan, khususnya saat berada di jalan raya.

“Salah satu penyebab masih tingginya resiko di jalan raya adalah kurangnya pemahaman pengendara bagaimana cara berkendara yang baik dan aman. Banyak pengendara sepeda motor yang tidak memperdulikan keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” jelas Iwan.

Menurutnya, berdasarkan data di DKI Jakarta, 75 persen kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor, di mana pada tahun 2017 menelan 331 jiwa korban meninggal. Mereka rata-rata usia 21-30 atau usia produktif, masa merintis karir. Penyebabnya rata-rata karena kelelahan, setelah menempuh perjalanan 20-30 km. Padahal sepeda motor tidak didesain untuk menempuh jarak jauh secara rutin.

“Untuk meningkatkan kompetensi dalam berkendaraan, maka diadakan Coaching Clinic Safety Riding. Berkendara sepeda motor lebih bahaya, sehingga perlu menguasai teknik berkendaraan yang baik,” tegas Iwan.

Acara yang dibagi dalam tiga sesi itu menyajikan materi dan pengalaman serta praktek berkendaraan yang benar.

Sesi pertama yang menghadirkan pembalap MotoGP asal Indonesia, Doni Tata, yang telah menjajal sejumlah arena balap domestik dan internasional. Dalam kesempatan itu, dia membagikan pengalaman langsung yang dihadapi di arena balap serta mengingatkan pengendara untuk membedakan teknik berkendara di sirkuit balap dan konsumsi sehari-hari.

“Kalau balapan di sirkuit enggak ada takutnya, karena keamanannya sudah terjamin. Tapi kalau berkendara di jalan raya, saya takut, karena keamanan enggak terjamin, makanya harus hati-hati dalam berkendara, karena banyak hal yang harus diperhatikan,” ujar Doni.

Pembalap asal Yogyakarta ini juga berpesan agar selalu memakai peralatan berkendaraan yang aman dan sesuai standar yang ditetapkan seperti helm, jaket sepatu dan sarung tangan. “Semua perlengkapan untuk berkendara ini merupakan investasi keselamatan, karena itu jangan ditawar-tawar lagi,” tegasnya.

Sebagai pembalap, Doni mengaku selalu diajarkan disiplin yang ketat. Bahkan sejak dia mulai belajar terjun di sirkuit pada usia 9 tahun, orangtuanya selalu mendidiknya disiplin dalam berkendara. “Meskipun waktu itu saya sudah jadi pembalap, tapi kalau ke sekolah tetap diantar orang tua, karena saya belum punya SIM. Saya dilatih untuk selalu disiplin,” ujar Doni.

Selain mendengarkan pengalaman menarik dari Doni, Coaching Clinic Safety Riding Pertamina juga menyajikan materi untuk mengedukasi pengendara dalam mengelola resiko dalam menggunakan kendaraan seharian-hari, memahami konteks safety dan defensive dalam berkendara, teknis berinteraksi di jalan raya dengan cara yang baik dan aman.

Safety riding adalah mengemudi dengan keahlian dan pengalaman yang tinggi ditambah dengan sikap yang baik serta konsentrasi yang berkesinambungan.

Heri Wahyudi Chief Trainer dari Rifat Drive Labs memaparkan bahwa safety gear harus lengkap untuk keselamatan kita selama berkendara. Menurutnya, berkendara roda dua lebih sulit dibandingkan roda empat, maka harus memiliki kemampuan mengemudi yang baik. Selain itu, kondisi kendaraan juga harus prima dan jangan lupa alat pelindung diri sebagai investasi untuk keselamatan.

“Alat keselamatan ini masih dipandang sebagai kewajiban, belum menjadi kebutuhan, padahal itu sangat penting untuk melindungi diri,” ujar Heri.

Dengan Coaching Clinic Safety Riding ini harapannya pengendara bisa memiliki keahlian yang memadai, sikap yang baik serta konsentrasi yang berkesinambungan.

Sesi Coaching Clinic Safety Riding dilengkapi dengan praktek langsung yang melibatkan 10 peserta yang hadir. Doni Tata dan Rifat Drive Labs memberikan metode bagaimana postur berkendara yang aman dan benar serta cara pengereman yang efektif, baik pada saat normal maupun darurat.

“Selain teknik berkendara yang baik dan aman, hal penting yang harus diterapkan oleh pengendara adalah mengecek kendaraan sebelum melakukan perjalanan,” ujar Heri mengingatkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here