Sele Raya Belida berhasil menemukan cadangan migas baru melalui pengeboran sumur Sungai Anggur Selatan-1 (SAS-1) di Desa Melilian, Gelumbang, Muara Enim, Sumatra Selatan.

Muara Enim, Petrominer Upaya SKK Migas dan KKKS untuk terus menaikkan produksi minyak dan gas bumi (migas) dengan eksplorasi terus dilakukan dan kian membuahkan hasil. Kali ini, Sele Raya Belida berhasil menemukan cadangan migas baru melalui pengeboran sumur Sungai Anggur Selatan-1 (SAS-1) di Desa Melilian, Gelumbang, Muara Enim, Sumatra Selatan.

Berdasarkan hasil pengeboran, Jum’at (4/11), KKKS tersebut menemukan kandungan minyak sebesar 1.983 barrel oil per day (BPOD) dan gas 1,3 juta standar cubic feet per day (MMSCFD) dengan tekanan tubing 150 psi. Tidak hanya itu, ada kemungkinan terjadi penambahan produksi pengeboran hingga mencapai 2.000 BOPD minyak karena tekanan tubing masih meningkat hingga 600 psi.

“Kami sudah mengecek dan Sele Raya sudah melakukan flowrate selama 1 jam untuk zona test 1 sumur SAS-1 dan kondisinya sangat bagus,” ungkap Kepala perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Anggono Mahendrawan, Sabtu (5/11).

Saat ini, menurut Anggono, Sele Raya dengan supporting Divisi Operasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel tengah melakukan MIT (Modified Isochronal Test) untuk mengetahui flowrate dan perkembangan sumur SAS-1. Pekan depan hingga akhir November nanti, SKK Migas dan Sele Raya Belida akan melakukan prerforasi atau pelubangan lapisan semen dan diharapkan mendapat temuan cadangan lebih bagus lagi.

“Tak lupa kami ucapkan terimakasih atas dukungan Pemerintah daerah, aparat TNI, POLRI, dan stakeholder yang sudah membantu sehingga ditemukan minyak dan gas di wilayah ini,” ucapnya.

Pengeboran sumur eksplorasi Sungai Anggur Selatan-1 (SAS-1) dilakukan sejak Mei 2022. Lokasi pengeboran berada di wilayah perbatasan antara Desa Melilian, Kecamatan Gelumbang, dengan Desa Tapus, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan.

Terkait penemuan baru ini, Kepala Divisi Operasi Pengeboran dan Perawatan Sumur SKK Migas, Surya Widyantoro, mengatakan temuan migas melalui sumur SAS-1 merupakan angin segar bagi industri hulu migas untuk terus melakukan eksplorasi secara masif, agresif dan efisien

“Temuan minyak dan gas oleh KKKS Sele Raya Belida merupakan salah satu bukti bahwa industri ini sangat concern untuk peningkatan produksi migas nasional dengan melakukan eksplorasi,” kata Surya.

Menurutnya, temuan ini bisa menjadi penyemangat pekerja industri migas dan KKKS lainnya untuk terus melakukan eksplorasi dan eksploitasi migas guna mengejar target 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kakikubik gas per hari di tahun 2030 mendatang.

“Selamat buat Sele Raya dan semoga bisa diikuti oleh KKKS lainnya yang saat ini masih melakukan eksplorasi,” ujar Surya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here