, , ,

Kian Menjanjikan, MoU Proyek CCS/CCUS Lapangan Arun Diteken

Posted by

Jakarta, Petrominer – Investor semakin optimis mengembangkan lapangan migas di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi Carbon Capture and Storage/Carbon Capture, Utilization and Storage (CCS/CCUS). Salah satunya adalah rencana pengembangan dan pengoperasian fasilitas penyimpanan carbon dan pemanfaatan depleted reservoir di lapangan gas Arun, Aceh.

Rencana ini dituangkan dalam sebuah Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh PT Pembangunan Aceh (PEMA) dan Odin/Carbon Aceh Pty Ltd, Jum’at lalu (18/3). Berdasarkan MoU tersebut, kedua perusahaan sepakat membentuk joint venture untuk melaksanakan feasibility study (FS) sampai dengan pengembangan, pelaksanaan dan pengoperasian Proyek CCS Arun yang direncanakan mulai beroperasi tahun 2028 mendatang.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyambut gembira penandatanganan MoU itu, dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras mewujudkan kerja sama tersebut. Meski teknologi CCS/CCUS masih terbilang baru di Aceh, namun hal ini menjadi tantangan bagi Pemda Aceh untuk mendukung kegiatan ini agar berjalan sesuai harapan.

“Teknologi ini memang baru, tapi ini menjadi tantangan bagi kami untuk menyukseskan proyek ini sekarang dan masa mendatang,” ujar Nova.

Dia juga berharap proyek tersebut dapat memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat Aceh dan pemerintah daerah.

Sementara Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Tutuka Ariadji, menyampaikan bahwa Indonesia sangat serius mengembangkan teknologi CCS/CCUS. Saat ini, regulasinya tengah disusun dan diharapkan rampung dalam waktu dekat.

“Indonesia menyusun regulasi CCS/CCUS di mana ruang lingkup regulasi ini terdiri dari aspek teknis, skenario bisnis, aspek hukum dan aspek ekonomi. Ini peluang yang bagus,” ujar Tutuka.

Optimisme atas pemanfaatan teknologi CCS/CCUS juga disampaikan David Lim, Managing Director Odin/Carbon Aceh Pty Ltd, yang hadir secara virtual menyaksikan penandatanganan MoU tersebut.

“Carbon Aceh sangat bangga menjadi bagian dari pengembangan CCS/CCUS di Indonesia,” tegas David.

Dia mengatakan, tahun ini Indonesia menjadi Presidensi G20 di mana salah satu pokok bahasannya mengenai transisi energi. Dan CCS/CCUS merupakan bagian penting dari transisi energi tersebut.

“Kami siap mendukung pencapaian Net Zero Emissions (NZE) yang ditargetkan tercapai tahun 2060 atau lebih cepat. Carbon Aceh juga optimis proyek ini akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Aceh,” ujar David.

Komersialisasi lapangan Arun di Aceh melalui kegiatan CCS diusulkan oleh ODIN Reservoir Consultants sejak akhir tahun 2020. Hal ini kemudian ditindaklanjuti Ditjen Migas dengan memfasilitasi komunikasi awal antara ODIN dengan para stakeholder.

Pada Maret 2021, Ditjen Migas menyampaikan surat dukungan kepada ODIN untuk proyek ini mengingat kegiatan yang diusulkan tidak hanya untuk tahap studi tapi sampai dengan komersialisasi.

Selain sebagai upaya menurunkan emisi gas rumah kaca, potensi CCS pada lapangan Arun yang dahulu merupakan giant gas field dengan initial gas in place sekitar 14,1 TCF ini juga bisa menjadi solusi bagi lapangan-lapangan migas lain yang belum dapat dikembangkan karena kandungan CO2 yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *