,

United Tractors turunkan Emisi Karbon Melalui Hutan Kampus IPB

Posted by

Bogor, Petrominer – PT United Tractors Tbk (UT) komitmen dalam penurunan emisi karbon sebagai bagian dari target perusahaan dalam penerapan prinsip bisnis berkelanjutan melalui implementasi aspek environmental, social, and governance (ESG). Salah satunya direalisaikan melalui program biodiversity dengan menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB).

Kerja sama dengan IPB dituangkan dalam sebuah nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai pelaksanaan program biodiversity  guna menekan emisi karbon (carbon set-off). Penandatanganan MoU dengan IPB dilaksanakan di Taman Hutan Kampus IPB, Bogor, Kamis (15/12). Melalui kerja sama ini, UT dan IPB berkomitmen melaksanakan program biodiversity untuk menciptakan mekanisme sekuestrasi karbon guna mencapai target penurunan emisi karbon UT hingga tahun 2030.

“Kerja sama ini menjadi salah satu milestone bagi UT untuk memberikan kontribusi yang nyata bagi lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan. UT dan IPB dengan keunggulan masing-masing berkomitmen untuk saling bertukar pengetahuan dan teknologi untuk bersama mendukung target pemerintah dalam mencapai net zero emission tahun 2060,” ujar Head of Corporate Sustainability and Governance United Tractors, Sara K. Loebis, dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Senin (19/12).

Sara menjelaskan, penurunan emisi karbon merupakan bagian dari target perusahaan dalam penerapan prinsip bisnis berkelanjutan melalui implementasi aspek ESG. Dalam program ini, implementasi ESG berada di bawah pilar CSR UT untuk lingkungan yakni UTREES (United Tractors for Nature and Environment Sustainability).

Program utama yang dituangkan dalam MoU antara UT dan IPB adalah konservasi hutan kampus IPB seluas 20 hektar, dengan reforestasi sebanyak 15.000 pohon. Hingga 2026 mendatang, UT menargetkan kerja sama ini mampu memberikan dampak lingkungan yang berkelanjutan dengan mempersiapkan program-program lainnya. Mulai dari penghitungan dasar untuk penurunan emisi karbon, perbaikan fasilitas di lingkungan hutan kampus IPB, konservasi flora dan fauna termasuk penangkaran fauna dilindungi yang seperti Rusa Timor yang saat ini berjumlah 19 ekor dan Jalak Bali yang berjumlah 6 ekor, hingga pengembangan kawasan edu-ekowisata.

Selain itu, United Tractors juga memperhatikan kesejahteraan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat sekitar. Realisasinya dengan mengembangkan program ekonomi melalui pelibatan kelompok tani dalam perawatan dan pengelolaan hasil penanaman pohon buah yang dilakukan tahun ini, sehingga dapat memberikan nilai tambah dari sisi ekonomi bagi masyarakat.

“Saya pikir dukungan dari UT ini sangat diperlukan. Ada target Folu Net Sink 2030 yang perlu dicapai oleh pemerintah dengan dukungan seluruh pihak termasuk sektor swasta. Nantinya, IPB akan mendaftarkan UT ke  Sistem Registrasi Nasional (SRN) sehingga UT dapat mengklaim jumlah emisi karbon yang berhasil ditekan dalam program ini,” ujar Wakil Rektor III IPB, Dodik Ridho Nurrochmat.

Menurut Dodik, dalam kerja sama ini IPB akan berperan untuk merawat pohon hingga menghitung baseline serta jumlah penurunan emisi karbon yang didapatkan. Dari penghitungan dasar saat ini, 15.000 pohon dari UT ditargetkan akan menekan beban emisi karbon antara 1.200 hingga 2.400 ton karbon dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun dengan luas lahan sebesar 20 hektar.

Sebagai bentuk kepatuhan, program kolaborasi ini juga mendapat pengawasan langsung dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah 1 Bogor. Kepala BKSDA Bogor, Lana Sari menyampaikan pemerintah membutuhkan lebih banyak program serupa yang datang dari sektor swasta untuk dapat membantu pemerintah mewujudkan target net zero emission.

Kolaborasi UT dan IPB yang didukung oleh Yayasan Karya Bakti United Tractors (YKBUT) ini diwujudkan  dengan penanaman pohon di kawasan hutan kampus IPB, dimana terdapat tujuh jenis pohon yang ditanam yakni pohon Meranti, Nangka Madu, Jambu Mutiara, Matoa, Rambutan Binjai, Kemang, dan Jambu Biji Merah. Ke tujuh jenis tanaman ini dipilih karena memiliki kemampuan untuk penyerapan karbon yang tinggi.

Melalui kolaborasi ini, UT bertujuan agar seluruh upaya kontribusi sosial dan lingkungan perusahaan bermanfaat secara efektif dan memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan dan masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi dan integrasi dunia pendidikan dan dunia industri memegang peranan penting untuk menjawab tantangan lingkungan dan sosial di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *