Jakarta, Petrominer – PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TMS) telah menyesuaikan target penjualan tahun ini, yaitu sedikit lebih rendah dari target tahun sebelumnya, namun tetap menargetkan kenaikan laba. Penurunan target penjualan ini didasarkan pada tren permintaan serta perkiraan kebutuhan tembaga dan aluminum oleh pabrik kabel nasional.

Meskipun begitu, pemasok bahan baku kabel berupa copper rod dan aluminium rod ini tetap melakukan antisipasi kemungkinan adanya lonjakan permintaan. Demikian dikemukakan Presiden Direktur TMS, Satoshi Tosaka, dalam public expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan TMS, Rabu (15/5).

Tosaka menyampaikan, pihaknya tetap berharap dapat berkontribusi lebih aktif dalam pengembangan infrastruktur yang menjadi fokus pemerintah saat ini.

“Seperti diketahui PT PLN (Persero) sudah mulai membuka proyek-proyek untuk pembangunan baru, baik pembangkit, transmisi maupun distribusi. Apabila seluruh proyek tersebut direalisasikan, ini menjadi prospek yang menjanjikan bagi perseroan di tahun 2019,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, disampaikan bahwa realisasi penjualan tahun 2018 mencapai US$ 737 juta, dengan laba US$ 6,4 juta. Di mana, 15 persen dari laba bersih tersebut akan dikeluarkan sebagai dividen.

Mengenai prospek dan realisasi pemasarannya, TMS tahun ini juga akan menggenjot ekspor guna menopang penjualan. Dari total penjualan, hampir 30 persen ditetapkan sebagai ekspor yang ditujukan ke sejumlah negara, seperti kawasan negara di Asia Tenggara, Bangladesh, Tiongkok, India, Australia, dan New Zealand.

Dalam setahun, perusahaan ini menyerap atau mengkonsumsi copper cathode 100.000 ton dan aluminium ingot sekitar 35.000 ton. Bahan baku tersebut diperoleh dari PT Smelting Gresik, sedangkan aluminium ingot diperoleh dari lnalum. Saat ini, TMS memperkerjakan 339 orang karyawan.

Menurut Tosaka, pertumbuhan perekonomian yang terjadi di Indonesia saat ini perlu didukung oleh banyak fasilitas. Ketersediaan listrik menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk keberlangsungan pembangunan di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here