, ,

Tim Pertanahan Sukses, 386 Sumur Siap Konstruksi di Rokan

Posted by

Pekanbaru, Petrominer – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus mencatatkan kinerja gemilang dalam upaya gigihnya menjaga denyut nadi produksi migas nasional. Kali ini berkat keberhasilan tim Land Matter and Formalities. Hingga awal Mei 2025, tim ini berhasil mengakselerasi 386 sumur berstatus Ready For Construction (RFC) di Zona Rokan.

“Tim pertanahan PHR ini menjadi garda terdepan dalam mengatasi kompleksitas pembebasan lahan dan perizinan. Dengan pendekatan terstruktur dan solutif, PHR berhasil menuntaskan berbagai tantangan, yang tercermin dalam capaian signifikan,” ujar Agung, Rabu (21/5).

Dia menjelaskan, sebanyak 180 sumur telah berhasil ditajak setelah memperoleh status RFC. Ini mencerminkan kesigapan dalam menjamin kesiapan lahan yang bebas hambatan. Kemudian 70 sumur berada dalam kawasan hutan, namun telah mendapatkan Surat Keputusan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (SK PPKH) tahun 2024.

“Keberhasilan ini disertai dengan penyelesaian hak-hak pihak ketiga secara damai, transparan, dan tuntas, sebagai wujud penghormatan terhadap masyarakat sekitar dan legalitas tata ruang,” ungkap Agung.

Selanjutnya 62 sumur berhasil dilakukan pengadaan lahan melalui mekanisme Land Indemnification, sesuai dengan SK Kepala SKK Migas No. 15 Tahun 2020. Proses ini berjalan efektif berkat dukungan appraisal independen dan dokumentasi yang akuntabel. Dan 81 sumur lainnya merupakan aset BMN Hulu Migas yang sebelumnya menghadapi tantangan perambahan. PHR dengan sinergi bersama Aparat Penegak Hukum, Fungsi Legal, serta Pengelola Aset, berhasil menyelesaikan isu perambahan secara bertahap dan persuasif, memastikan keberlanjutan fungsi strategis lahan negara.

Status RFC memastikan bahwa seluruh prasyarat dasar telah terpenuhi yakni lahan clear and clean, perizinan lengkap (termasuk SK PPKH untuk kawasan hutan), dan dokumen teknis administratif rampung. Dengan demikian, tim konstruksi dan drilling dapat segera memulai pekerjaan di lapangan untuk memulai pembangunan akses jalan, lokasi wellpad, hingga pengeboran.

Lebih lanjut, Agung menjelaskan bahwa setiap sumur RFC adalah potensi tambahan produksi. Dengan 180 sumur sudah ditajak dari total 386 yang siap konstruksi, artinya produksi migas sudah bisa mulai mengalir dari sebagian besar sumur tersebut dan kontribusi langsung terhadap target nasional lifting minyak dan gas, terutama dari Blok Rokan yang merupakan backbone produksi migas nasional.

“Pencapaian RFC ini bukan sekadar angka, melainkan bukti konkret bahwa tahapan eksplorasi dan eksploitasi migas bisa berjalan lancar karena faktor lahan yang tuntas lebih awal. Dengan RFC, rig sudah bisa masuk. Dengan RFC, konstruksi dan pengeboran langsung bisa jalan. Ini adalah fondasi awal yang menentukan kesuksesan hilirnya,” ujarnya.

Kolaborasi Erat

Upaya-upaya gemilang yang dilakukan PHR ini adalah buah dari kolaborasi erat dengan berbagai pihak eksternal dan internal. Sinergi yang kuat terjalin dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), ATR/BPN, Kejaksaan Tinggi, SKK Migas, Dinas ESDM Provinsi Riau dan Aparat Penegak Hukum. Pendekatan berbasis risiko diterapkan dalam setiap tantangan lahan, termasuk mitigasi sosial untuk menjaga kondusivitas operasional.

Sebagai wujud komitmen berkelanjutan, PHR saat ini tengah mengajukan permohonan Rekomendasi Teknis Gubernur untuk 65 sumur lainnya yang tersebar di 15 lapangan migas. Ini adalah langkah awal krusial untuk pengajuan izin PPKH kepada Kementerian LHK.

Selain itu, pada Februari 2025, tim berhasil memperoleh Persetujuan Kegiatan Survei Seismik 3D di kawasan hutan mencakup luas sekitar 21.276,05 hektare di Kabupaten Siak, Kampar, dan Bengkalis. Survei ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan cadangan dan produksi migas nasional dari blok Rokan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian terhadap lingkungan.

“PHR tidak hanya menyiapkan lahan untuk kegiatan pengeboran, tetapi juga memastikan setiap proses memiliki landasan hukum, sosial, dan lingkungan yang kuat,” ujar Agung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *