Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto. (Petrominer/Fachry Latief)

Jakarta, Petrominer – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan siap melakukan sejumlah upaya dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19 dan penurunan harga minyak. SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) intensif melakukan pembicaraan terkait revisi rencana kerja tahun 2020.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, menjelaskan bahwa SKK Migas dan KKKS akan melakukan optimalisasi biaya agar lebih efisien dari sisi biaya operasi dan ekonomis. Upaya ini diambil untuk mempertahankan produksi minyak dan gas tanpa layoff dan multiplier effect tetap berjalan.

Production First with Cost Effectiveness,” ujar Dwi saat memaparkan Kinerja Hulu Migas Kuartal I-2020, Kamis (16/4).

Menurutnya, ada lima poin yang secara intensif dibicarakan oleh SKK Migas dan KKKS. Pertama, SKK Migas dan KKKS menyusun strategi optimalisasi untuk jangka panjang dalam rangka mencapai 1 juta BOPD. Kedua, prioritisasi kegiatan (kontribusi produksi dan cadangan) dengan keekonomian yang wajar.

Ketiga, optimalisasi biaya kegiatan yang bersifat sebagai penunjang operasi dan tidak berhubungan langsung dengan produksi. Keempat, optimalisasi dari proses pengadaan dan strategi kontrak. Dan kelima, usulan penundaan biaya-biaya terkait regulasi/Institusi Pemerintah

Selama kuartal I-2020, jelas Dwi, sebagian besar KKKS telah berinisiatif untuk melakukan upaya efisiensi biaya dengan kondisi saat ini. Misalnya, renegosiasi kontrak dan membatalkan kegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan produksi.

“KKKS juga terus mengoptimalkan pemanfaatan aset, optimalisasi stok dan intentori secara bersama-sama, dan Integrated Logistic Management,” ungkapnya.

SKK Migas dan KKKS terus melakukan koordinasi terkait review rencana kerja tahun 2020. Sejumlah kegiatan pun telah dikurangi, misalnya survei sesimik dan pemboran eksplorasi. Hal ini sesuai dengan permintaan KKKS agar diberikannya kelonggaran terhadap jadwal pemenuhan komitmen-komitmen pada proyek tertentu.

Progress kegiatan industri hulu migas Kuartal I–2020. (SKK Migas)

Tahun ini, menurut Dwi, ada 12 proyek hulu migas yang ditargetkan onstream sampai akhir tahun 2020. Sebanyak 4 proyek sudah onstream selama kuartal I-2020, sementara sisanya masih terus dikebut agar dapat direalisasikan tepat waktu.

“Proyek Merakes berpotensi mundur ke tahun 2021, namun tetap akan diselesaikan ditahun ini,” tegasnya.

Ada 12 proyek hulu migas akan onstream tahun 2020, empat di antaranya sudah onstream pada Kuartal I-2020. (SKK Migas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here