, ,

SKK Migas Perluas Kemitraan di ADIPEC 2026

Posted by

–

Abu Dhabi, Petrominer – SKK Migas memanfaatkan gelaran Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2026 untuk memperluas kemitraan dan mempromosikan peluang investasi sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan ADIPEC menjadi platform bagi Indonesia untuk bertukar gagasan, menjajaki peluang investasi, dan membangun kemitraan strategis dengan pelaku industri energi global.

“ADIPEC tahun ini menyoroti pentingnya membangun sistem energi yang tangguh serta mengubah berbagai peluang menjadi tindakan nyata. Semangat ini selaras dengan komitmen Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi melalui investasi, inovasi, dan kolaborasi internasional,” ujar Djoko, Rabu (4/11).

SKK Migas memaparkan peluang investasi, potensi eksplorasi, serta prospek industri hulu migas nasional. Sementara itu, BPMA mempresentasikan potensi pengembangan carbon capture and storage (CCS) di Arun melalui kemitraan strategis, serta peluang dan tantangan pengelolaan gas dengan kadar karbon dioksida (CO₂) tinggi di Kuala Langsa.

Sejumlah pertemuan bisnis tingkat tinggi juga digelar, antara lain antara Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dan Halliburton Worldwide Ltd., PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (ELPI) Samudra Offshore dan Atlantic Maritime Group FZE, serta PDSI dan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama aliansi strategis pada hari pertama ADIPEC 2026.

Selain itu, Djoko memimpin delegasi SKK Migas dalam pertemuan dengan INPEX, Samsung, dan sejumlah mitra bisnis lainnya. Delegasi juga melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Uni Emirat Arab serta menghadiri kegiatan Ikatan Ahli Perminyakan Indonesia (IATMI) UEA bersama diaspora Indonesia.

Djoko mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam ADIPEC diarahkan untuk menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan. Investor diharapkan memperoleh imbal hasil yang menarik, sementara Indonesia mendapatkan manfaat berupa peningkatan produksi migas, penguatan ketahanan energi, dan pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, industri hulu migas tidak hanya berperan dalam menjaga pasokan energi, tetapi juga mendukung penciptaan lapangan kerja, penguatan industri, dan pembukaan peluang ekonomi.

“Indonesia menyadari pentingnya kemitraan yang kuat dan berkelanjutan dengan komunitas energi global untuk melaksanakan berbagai pekerjaan tersebut,” ujar Djoko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *