, ,

CCEP Indonesia Operasikan PLTS Atap 1,4 MWp

Posted by

–

Bekasi, Petrominer – Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 1,4 MWp di fasilitas produksinya, Bekasi-2 Plant, Jawa Barat, Rabu (4/11). Pembangkit ini diperkirakan menghasilkan listrik terbarukan sekitar 1,76 GWh per tahun.

PLTS Atap tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan PT Cikarang Listrindo Tbk. Instalasi yang menempati area seluas 9.669 meter persegi itu diproyeksikan memasok sekitar 14–15 persen kebutuhan listrik pabrik.

Customer Service & Supply Chain Director CCEP Indonesia, Linda Christina Daryanto, mengatakan pengoperasian PLTS Atap di Bekasi-2 merupakan bagian dari upaya perusahaan mengurangi emisi karbon dari kegiatan produksi.

Menurutnya, pemanfaatan energi terbarukan menjadi bagian dari upaya perusahaan mendorong proses manufaktur yang lebih berkelanjutan. CCEP Indonesia juga berencana memperluas inisiatif serupa di fasilitas produksinya.

“Dalam keseharian kami melakukan proses operasi manufaktur, kami melihat masa depan industri tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita produksi, tapi juga oleh bagaimana cara kita memproduksinya,” katanya.

Dari sisi pengurangan emisi, Linda menyebut proyek tersebut diperkirakan dapat menekan emisi gas rumah kaca sekitar 1.000–1.500 ton CO₂e per tahun. Ia menegaskan, peresmian PLTS Atap Bekasi-2 menjadi bagian dari langkah lebih luas perusahaan dalam mendukung transisi energi di sektor manufaktur.

Sementara itu, Chief Financial Officer Cikarang Listrindo, Christanto Pranata, mengatakan PLTS Atap berkapasitas 1,4 MWp tersebut diperkirakan menghasilkan listrik sekitar 1,76 GWh setiap tahun.

Produksi listrik itu, menurut Christanto, setara dengan pengurangan emisi gas rumah kaca sekitar 1.180 ton CO₂ per tahun. Ia menyebut dampak tersebut juga setara dengan karbon yang diserap hampir 20.000 pohon selama 10 tahun.

“Kami berharap kehadiran PLTS Atap ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi kegiatan operasional perusahaan maupun bagi kontribusi pengurangan dampak terhadap lingkungan,” ujar Christanto.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengapresiasi langkah CCEP Indonesia dan Cikarang Listrindo dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan di sektor manufaktur.

Menurutnya, pencapaian target transisi energi nasional membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri dan penyedia solusi energi.

Pengoperasian PLTS Atap Bekasi-2 juga sejalan dengan peta jalan keberlanjutan global Coca-Cola Europacific Partners melalui program This is Forward. Grup tersebut menargetkan pencapaian emisi gas rumah kaca nol bersih (Net Zero GHG Emissions) pada 2040 di seluruh rantai pasok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *