Jakarta, Petrominer – Pemerintah terus mendorong optimalisasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di sektor ketenagalistrikan. Ini merupakan salah satu upaya subtitusi produk impor.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa berkembangnya industri mesin dan peralatan pendukung ketenagalistrikan di Indonesia saat ini diharapkan sejalan dengan meningkatnya penggunaan produk dalam negeri. Berbagai program pun sudah disiapkan oleh Pemerintah, salah satunya dengan menyediakan 9.000 sertifikat TKDN gratis.
“Kementerian Perindustrian memberi perhatian besar terhadap penguatan industri energi khususnya untuk energi listrik. Pasalnya, hingga kini listrik merupakan salah satu sumber energi utama yang digunakan masyarakat maupun industri di dalam negeri,” ujar Agus, Sabtu (28/8).
Mengingat begitu pentingnya sektor industri ini, menurutnya, Kemenperin terus berupaya mendorong pelaku industri kelistrikan untuk meningkatkan penguasaan teknologi, sehingga TKDN setiap produknya juga ikut meningkat. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya substitusi produk impor, sekaligus meningkatkan kemandirian industri ketenagalistrikan di Tanah Air.
”Seluruh masyarakat dan industri memerlukan listrik yang ketersediaanya terus berlanjut, terjangkau, dan cukup. Hal tersebut memacu industri dalam negeri menyediakan produk ketenagalistrikan yang berkualitas dan berdaya saing,” ungkap Agus.
Untuk mewujudkan TKDN di sektor ketenagalistrikan, dia menegaskan sangat dibutuhkan sinergi, dukungan, dan keterbukaan dari semua pemangku kepentingan. Keterlibatan industri dalam negeri sebagai mitra kerja dalam proyek ketenagalistrikan diharapkan bisa berjalan optimal dan sesuai dengan kondisi dan kapabilitas industri terkini.
Menurut data Kemenperin, pada tahun 2019, nilai impor industri peralatan listrik mencapai Rp 116 triliun, dan mengalami penurunan pada tahun 2020 menjadi Rp 103 triliun. Penurunan impor tersebut menunjukkan industri pendukung ketenagalistrikan di Indonesia semakin tumbuh berkembang dan mampu memenuhi permintaan di pasar domestik.
Saat ini, terdapat 3.404 produk peralatan kelistrikan yang bersertifikat, dengan nilai capaian TKDN di bawah 25 persen berjumlah 413 produk. Kemudian antara 25 hingga 40 persen mencapai 664 produk, dan melebihi 40 persen terdapat 2.327 produk.
Untuk sektor industri kecil dan menengah (IKM), Kemenperin telah memberikan sertifikasi dalam periode 2018- 2021 kepada 40 IKM yang mengikutsertakan 230 produk dengan nilai TKDN di atas 25 persen. Sebanyak 28 produk di antaranya merupakan peralatan kelistrikan.
Perlu diketahui, industri peralatan listrik tegangan tinggi di dalam negeri saat ini sudah mampu menghasilkan berbagai produk. Baik untuk pembangkit, transmisi maupun distribusi listrik. Produk yang sudah dihasilkan industri dalam negeri antara lain meliputi mesin peralatan listrik untuk transformator dengan TKDN antara 22,06-60,35 persen. Peralatan ini diproduksi oleh beberapa perusahaan, seperti PT Sintra Power Elektrik, PT Trafoindo Prima Indonesia, PT Unelec Indonesia, PT Amtra Electric, dan PT Schneider Indonesia.
Selanjutnya kabel listrik yang juga telah mampu diproduksi oleh sejumlah produsen, antara lain PT KMI Wire and Cable Tbk, PT Citra Mahasurya Industries, Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk, PT Voksel Electric Tbk, dan PT Jembo Cable Company Tbk.
Beberapa produk kelisitrikan produksi dalam negeri yang tersertifikasi nilai TKDN meliputi pressure vessels (15,10-46,80 persen), pompa industri (42,80-62,67 persen), transformator (22,06-60,35 persen), insulator (17,71-54,08 persen), kabel listrik (13,17-99,95 persen), panel listrik (17,32-75,5 persen), KWH meter (27,76-62,54 persen), connector (19,52-41,47 persen), isolator (63,85-69,45 persen), modul surya (41,50-45,50 persen),dan tower transmisi (49,24-55,86 persen).
“Pemerintah menargetkan rata-rata TKDN yang diimplementasikan para pelaku industri semua sektor mencapai 40 persen hingga tahun 2024 mendatang. Kami terus mendorong pengoptimalan TKDN agar dapat memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian nasional, termasuk menggairahkan usaha sektor komponen pendukungnya sehingga memperkuat struktur industri manufaktur di tanah air,” tegasnya.









Tinggalkan Balasan