Pekanbaru, Petrominer – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terbukti mampu menjaga kinerja unggul dengan upaya masif dan agresif dari operasinya di wilayah kerja atau WK Rokan, Riau. Hingga penghujung tahun 2022 ini, ada lebih dari 400 sumur berhasil ditajak (dimulai pengeboran).
Setelah ditajak, sumur-sumur tersebut segera memasuki proses produksi atau biasa disebut Put on Production (POP). Hasilnya, ada 391 sumur yang berhasil di-POP tahun ini, dengan outlook 395 sumur.
“Tentunya pencapaian ini berkat kerja sama dan kerja keras perwira dan mitra kerja PHR, mari kita pertahankan semangat untuk berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional,” ujar Direktur Utama PHR, Jaffee Arizon Suardin, Jum’at (30/12).
Jaffee menjelaskan, PHR WK Rokan berhasil memperpendek cycle time POP, yaitu waktu yang diperlukan sejak selesainya pengeboran hingga dilakukan produksi awal. Target rerata POP cycle time sumur Heavy Oil (HO) adalah 20 hari, sementara aktual rerata adalah 11,9 hari.
“Target rerata siklus waktu POP sumur Sumatra Light adalah 15-20 hari, sementara aktualnya adalah 11,2-11,7 hari. Berbagai upaya terobosan itu sejalan dengan semangat Pertamina untuk meningkatkan produktivitas dengan cara-cara yang efisien,” ungkapnya.
Menurut Jaffee, rencana kerja yang masif dan agresif tersebut dilakukan segenap tim untuk meningkatkan produktivitas blok Rokan melalui program pengeboran sumur-sumur produksi baru. Mereka juga melakukan pengelolaan kinerja base business untuk menahan laju penurunan produksi alamiah dan kehandalan fasilitas operasi.
PHR WK Rokan juga melakukan berbagai terobosan agar target sumur baru dapat tercapai. Di antaranya, tim pengeboran melakukan beberapa kegiatan secara paralel (simultaneous operation), meningkatkan keandalan peralatan pengeboran, dan menyusun perencanaan yang matang dengan Spirit Sumatera (Sustainable, Massive, To Grow, Efficient, Resilient, Aggressive).
Tidak hanya itu, operasi PHR WK Rokan diyakini telah berhasil memberikan manfaat berganda (multiplier effect) lainnya. Salah satunya, penciptaan lapangan kerja dan peluang bisnis bagi pengusaha lokal yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Peningkatan intensitas kegiatan hulu migas di WK Rokan tentu turut meningkatkan denyut aktivitas ekonomi dan nilai investasi di Riau.









Tinggalkan Balasan