
Jakarta, Petrominer – Strategi Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk mendukung operasi melalui pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat terbukti memberikan dampak signifikan. Ini memperkuat posisi PHR sebagai perusahaan energi yang tidak hanya berfokus pada keberlanjutan produksi, tetapi juga pada pembangunan masyarakat dan penguatan hubungan harmonis dengan pemangku kepentingan.
Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, mengatakan bahwa sepanjang tahun 2025, PHR telah melaksanakan 327 program Pemberdayaan dan Pelibatan Masyarakat (PPM) di 31 kabupaten pada lima provinsi. Program ini ikut membangun masyarakat yang inklusif, meningkatkan kesejahteraan dan menguatkan hubungan harmonis dengan para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi.
“Menjangkau lebih dari 10.000 penerima manfaat dengan dampak nyata di bidang lingkungan, ekonomi, kesejahteraan (wellbeing), dan sosial,” ungkap Eviyanti dalam keterangan resmi yang diterima PETROMINER, Kamis (16/7).
Dia memaparkan, program PPM tersebut berhasil meningkatkan pendapatan mitra binaan hingga Rp 7 miliar melalui pengembangan 288 produk UMKM. Tidak hanya itu, pelaksanaan program PPM telah menghemat energi 170.000 kWh, mendaur ulang lebih dari 1 ton sampah, menanam lebih dari 89 ribu tanaman darat dan air di lahan seluas 120 hektare, serta turut berkontribusi terhadap penurunan emisi sebesar 919 ton CO2eq (karbon dioksida ekuivalen) per tahun.
Di bidang wellbeing, PHR telah melaksanakan 104 pembekalan sertifikasi vokasi dan memberdayakan 187 penyandang disabilitas. Sementara pada aspek sosial, perusahaan mengembangkan delapan destinasi ekowisata, menciptakan 39 green jobs, serta membuka 256 lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Survei Kepuasan
Untuk mengukur efektivitas program, fungsi Corporate Secretary melalui sub-fungsi Community Involvement & Development (CID) telah melaksanakan survei secara daring pada 3 Juni 2026 lalu. Survei ini melibatkan 318 perwakilan penerima manfaat di 20 field pada tiga zona operasi.
Jumlah responden tersebut melampaui kebutuhan minimum statistik berdasarkan metode Slovin, sehingga memberikan gambaran yang representatif mengenai persepsi masyarakat terhadap program PPM.
Hasil survei menunjukkan, lima dari enam indikator kinerja utama (Key Performance Indicators/KPI) program berhasil tercapai. Edukasi yang diberikan terbukti efektif meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai industri hulu migas.
Survei juga menunjukkan tingginya tingkat penerimaan masyarakat terhadap program yang dijalankan perusahaan. Sebanyak 88 persen responden menilai program pemberdayaan masyarakat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan, sekaligus memberikan penilaian positif terhadap upaya perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional dan pelestarian lingkungan.
Eebih dari 90 persen responden menyatakan siap mendukung keberlanjutan operasi PHR, menjaga hubungan harmonis dengan perusahaan, serta bersedia menyebarluaskan informasi positif mengenai program-program pemberdayaan yang telah dijalankan.
Selain menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, masyarakat juga menyampaikan harapan agar program terus dikembangkan. Terutama melalui penguatan UMKM, pendampingan usaha secara berkelanjutan, serta perluasan akses pasar, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
“Strategi perusahaan untuk mendukung operasi melalui pemberdayaan masyarakat terbukti memberikan dampak signifikan. Dukungan mitra binaan mendorong kami untuk terus memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ujar Manager CID Regional I, Iwan Ridwan Faizal.
Dengan capaian tersebut, PHR semakin memperkuat posisinya sebagai perusahaan energi yang tidak hanya berfokus pada keberlanjutan produksi migas. Namun, PHR berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang inklusif, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan hubungan harmonis dengan para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi.








Tinggalkan Balasan