
Jakarta, Petrominer – Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) periode 2025–2034 resmi diluncurkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di Kementerian ESDM, Senin (26/5). Dokumen strategis ini, yang sempat molor dari jadwal sebelumnya pada April 2025, diluncurkan sebagai peta jalan transisi energi Indonesia.
Menurut Bahlil, proses penyusunan RUPTL terbaru ini telah melalui proses diskusi yang cukup panjang dan dikaji dengan sungguh-sungguh. Karena itulah, dia berharap agar hasilnya presisi dan sesuai kebutuhan.
“Jadi RUPTL kita sudah sesuai dengan RUKN dan KEN ini semacam RUKN UU nya, PP nya itu KEN, rohnya itu RUPTL nya. Ini adalah pohon rujukan lahirlah RUPTL supaya kita gak keluar dari bingkai,” tegas Bahlil.
Berdasarkan RUPTL terbaru tersebut, ungkapnya, penambahan pembangkit listrik ditargetkan naik menjadi 69,5 gigawatt (GW) hingga tahun 2034 mendatang. Dari jumlah tersebut, 76 persen kapasitas pembangkit berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT) dan storage. Dengan rincian 42,6 GW untuk pembangkit EBT (61 persen) dan 10,3 GW storage (15 persen), dan sisanya pembangkit fosil sebesar 16,6 GW (24 persen).
Porsi pembangkit EBT ini terdiri atas beberapa jenis sumber. Mulai dari energi surya 17,1 GW, air 11,7 GW, angin 7,2 GW, panas bumi 5,2 GW, bioenergi 0,9 GW, dan nuklir 0,5 GW.
Sementara pembangkit storage yang sebesar 10,3 GW terdiri atas dua jenis sumber, yakni baterai 6 GW dan PLTA Pumped Storage 4,3 GW.
Untuk pembangkit bersumber energi fosil, terdiri dari gas 10,3 GW dan batubara 6,3 GW.
Dua Fase
Kementerian ESDM membagi rencana penambahan pembangkit dalam RUPTL ini dalam dua fase, yakni fase lima tahun pertama dan lima tahun kedua.
Fase lima tahun pertama, jumlah rencana penambahan pembangkit dalam RUPTL tersebut berjumlah 27,9 GW, dengan porsi energi fosil masih mendominasi. Dengan rincian Fosil 12,7 GW (45 persen), EBT 12,2 GW (44 persen) dan Storage 3 GW (11 persen).
Sementara fase lima tahun kedua, jumlah rencana penambahan pembangkit dalam RUPTL tersebut mencapai 41,6 GW. Pada fase ini, porsi EBT sudah mendominasi hingga 70 persen. Berikut rinciannya, Fosil 3,9 GW (10 persen), EBT 30,4 GW (73 persen), dan Storage 7,3 GW (17 persen).


























[…] Baca: Sempat Molor, RUPTL PLN 2025-2034 Akhirnya Diluncurkan […]