
Jakarta, Petrominer – Hari Kartini diperingati bangsa Indonesia setiap tanggal 21 April. Beragam kegiatan yang mengusung kesetaraan gender pun digelar. Seperti yang dilakukan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MedcoEnergi).
Dalam acara tersebut, surat-surat dan perjalanan hidup Kartini dibacakan ulang. Bukan dari buku teks, tapi oleh perempuan-perempuan yang sehari-harinya mengelola sumur minyak, memimpin operasi lintas negara, dan mengambil keputusan di industri yang selama ini identik dengan laki-laki.
Itulah cara MedcoEnergi merayakan Hari Kartini 2026. Bukan seremoni. Bukan kebaya apa yang akan dipakai tahun ini. Melainkan sebuah malam yang mempertemukan musik, sejarah, dan bukti nyata bahwa mimpi Kartini bukan hanya kenangan.
Konser Keabadian Kartini bertajuk “Cita-cita, Harapan, Aspirasi” digelar di Soehanna Hall, The Energy Jakarta, Jum’at (24/4). Dihadiri perwakilan Kementerian ESDM, SKK Migas, PLN, Pertamina, jajaran pimpinan MedcoEnergi, dan media massa.
Acara dikemas dalam musik kamar empat babak, masing-masing dibuka dengan pembacaan surat-surat asli R.A. Kartini oleh perempuan-perempuan MedcoEnergi yang sehari-harinya bekerja di garis terdepan industri energi Indonesia. Mereka bukan simbol. Mereka adalah bukti.
Dalam sambutan pembuka acara, Komisaris Utama MedcoEnergi, Yani Panigoro, mengingatkan bahwa perayaan Kartini selama ini terlalu sering berhenti di permukaan. Tidak jarang, percakapannya berputar pada satu hal, kebaya apa yang akan dipakai.
“Kartini tidak minta izin untuk jadi pintar. Dia minta hak untuk menjadi manusia seutuhnya. Yang Kartini perjuangkan jauh lebih mendasar: hak untuk berpikir, hak untuk berpendapat, hak untuk belajar. Di zamannya, itu bukan hal kecil. Itu berbahaya,” ungkap Yani.
Dalam kesempatan itu, dia mengakui bicara dari pengalaman lebih dari tiga dekade di industri energi. Merintis karier di masa ketika ruang untuk perempuan di sektor ini hampir tidak ada. Dia tidak bicara dari teori.
“Yang membuka ruang itu bukan belas kasihan. Yang membuka ruang itu adalah kompetensi, keberanian, dan tidak mau diam. Itu Kartini. Dan itu yang saya lihat setiap hari di MedcoEnergi,” ucap Yani.
Hari ini, menurutnya, lebih dari 20 persen posisi pemimpin MedcoEnergi diisi perempuan. Ini merupakan angka yang signifikan di industri yang secara global masih didominasi laki-laki.
Di balik angka itu ada sistem yang dibangun secara sadar: program Women at Work untuk pengembangan karier perempuan di jalur teknis maupun non-teknis, fasilitas daycare dan nursery room di kantor dan lapangan operasi, serta Program Rumah Pemberdayaan Ibu dan Anak di wilayah operasi.
Lebih lanjut, Yani menegaskan bahwa kemajuan yang dibangun MedcoEnergi bukan untuk satu kelompok, sebagaimana Kartini sendiri tidak pernah menulis hanya untuk perempuan. Perusahaan ini untuk siapa saja yang mau mendengar dan bergerak bersama.
Sebagai perusahaan energi swasta nasional terbesar di Indonesia, MedcoEnergi menempatkan inklusi bukan sebagai program tahunan, melainkan sebagai bagian dari cara perusahaan dijalankan setiap harinya. Pasalnya, membangun perusahaan yang kuat dan membangun bangsa yang maju dimulai dari hal yang sama, yakni memberi ruang yang setara bagi setiap orang untuk tumbuh dan berkontribusi.
“Warisan Kartini adalah setiap keputusan yang kita ambil dengan adil, setiap kesempatan yang kita berikan tanpa prasangka, setiap mimpi yang kita izinkan untuk tumbuh,” ungkapnya.
Ketangguhan dan Integritas
Malam itu, di The Energy Jakarta, mimpi tersebut tidak hanya dikenang. Mimpi-mimpi tersebut sedang berjalan.
Salah satunya Puti Permata, VP Operations Offshore Medco E&P yang turut tampil sebagai narator malam itu. Pekerja perempuan ini telah menghabiskan hampir 22 tahun kariernya di industri energi.
Baginya, semangat Kartini bukan tentang peringatan tahunan. “Berdiri setara bukan soal gender. Itu soal ketangguhan dan integritas dan itu yang saya jalani setiap harinya,” ucap Puti.
Malam itu, dia pun membawa semangat tersebut ke panggung. Dengan lantang, membacakan surat Kartini di hadapan ratusan tamu, termasuk para pemangku kepentingan energi nasional.







