
Jakarta, Petrominer – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membukukan pendapatan Rp 22,03 triliun sampai dengan akhir Juni 2026, atau naik 8 persen dibandingkan semester I tahun 2025 lalu. Dengan kenaikan pendapatan tersebut, PTBA membukukan laba bersih Rp 2,65 triliun dan EBITDA sebesar Rp 4,27 triliun, dengan net profit margin dan EBITDA margin berturut-turut di angka 12 dan 19 persen.
Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan memasuki periode dengan kondisi operasional yang lebih kondusif, perusahaan berhasil mendorong pemulihan kinerja produksi sekaligus memperkuat kinerja penjualan ekspor, baik secara kuartalan maupun tahunan. PTBA mampu mengoptimalkan peluang pasar melalui strategi penjualan yang adaptif, yang didukung oleh pelaksanaan program efisiensi secara cermat dan tepat sasaran, di tengah momentum penguatan harga batubara global.
“Capaian tersebut mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menangkap momentum pasar secara optimal, dengan tetap menjaga disiplin operasional dan efisiensi biaya sebagai fondasi pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan,” ujar Bambang dalam keterangan resmi yang diterima PETROMINER, Selasa (1/9).
Dia memaparkan, PTBA mencatatkan pemulihan kinerja operasional pada kuartal II-2026, yang ditandai oleh peningkatan kinerja dibandingkan kuartal sebelumnya, baik dari sisi produksi (naik 94 persen) maupun penjualan (naik 8 persen). Selain itu, harga jual rata-rata (ASP) juga naik 14 persen secara kuartalan dan 10 persen secara taunan.
Terkait dengan ketercapaian capital expenditure, sampai dengan Semester I-2026 sudah terealisasi sebesar 30 persen dari target tahunan atau sebesar Rp 1,09 triliun. Sementara belanja modal sampai dengan 30 Juni 2026 terealisasi sebesar Rp 1,09 triliun dengan mayoritas digunakan untuk pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Kramasan.
Menurut Corporate Secretary Division Head, Eko Prayitno, pemulihan kinerja operasional serta peningkatan penjualan ekspor menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga momentum pertumbuhan dan merespons dinamika pasar secara adaptif.
“Ke depan, PTBA akan terus mengoptimalkan kinerja operasional dan peluang pasar, dengan tetap menjalankan program efisiensi secara cermat dan tepat sasaran. Dengan disiplin operasional dan pengelolaan bisnis yang prudent, Perseroan optimistis dapat menjaga kinerja yang sehat dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Corporate Secretary Division Head, Eko Prayitno.








Tinggalkan Balasan