, ,

PHR dan Aparat Amankan DPO Kasus Illegal Tapping

Posted by

–

Jambi, Petrominer – Tim pengamanan Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama aparat penegak hukum mengamankan seorang buronan berinisial SH dalam kasus dugaan pencurian minyak melalui penyadapan ilegal (illegal tapping) pada jalur pipa Pertamina EP (PEP) Jambi. SH ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Jalan Nias, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Selasa (20/10) sekitar pukul 22.45 WIB.

SH masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus illegal tapping di jalur pipa minyak PEP Jambi, Jalan Surya Darma KM 9, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi. Penangkapan tersebut merupakan hasil koordinasi tim Security PEP Jambi Field, Zona 1, dan Security PEP Prabumulih Field, Zona 4, bersama aparat penegak hukum di Jambi dan Sumatera Selatan.

Field Manager PEP Jambi, Kurniawan Triyo Widodo, mengapresiasi koordinasi lintas zona dan dukungan aparat penegak hukum dalam penanganan kasus tersebut. Pertukaran informasi dan kerja sama antartim penting untuk menjaga keamanan infrastruktur hulu minyak dan gas bumi (migas).

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diterima tim pengamanan pada 11 Oktober 2026 mengenai dugaan pergerakan jaringan illegal tapping yang sebelumnya terindikasi beraktivitas di wilayah operasi Adera dan Jambi. Jaringan tersebut juga diduga berencana menyasar jalur pipa migas di wilayah lain.

Menindaklanjuti informasi itu, tim Security PHR Zona 1 dan Zona 4 berkoordinasi serta bertukar informasi dengan aparat penegak hukum untuk menelusuri keberadaan pihak-pihak yang diduga terlibat. Penelusuran dilanjutkan bersama Polsek Kotabaru, Jambi, yang mengonfirmasi status DPO SH, kemudian dikoordinasikan dengan Polres Prabumulih hingga SH berhasil diamankan.

Kurniawan menegaskan, pengamanan fasilitas hulu migas merupakan bagian dari upaya perusahaan melindungi aset negara, menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan, serta memastikan kegiatan produksi berlangsung aman dan berkelanjutan.

Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang membahayakan jalur pipa migas dan melaporkan kegiatan mencurigakan kepada pihak berwenang atau petugas Pertamina.

“Kami berharap dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan fasilitas migas sebagai aset strategis negara. Keamanan infrastruktur energi merupakan tanggung jawab bersama agar kegiatan operasi dapat terus berjalan dengan selamat dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Kurniawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *