
Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mengerahkan tim tanggap darurat dan memasang oil boom untuk mengantisipasi potensi pencemaran laut saat menangani insiden kapal motor penumpang (KMP) Batumandi di perairan Selat Sunda, Selasa (20/10).
PTK mengerahkan tim operasional Marine Tanjung Sekong dan Marine Tanjung Gerem untuk membantu penanganan di sekitar lokasi kejadian, termasuk mendukung evakuasi serta membatasi potensi penyebaran tumpahan bahan bakar.
Vice President Legal & Relations PTK, Amran Reza, mengatakan pemasangan oil boom dilakukan dengan mengelilingi KMP Batumandi. Penghalang terapung tersebut berfungsi membatasi penyebaran tumpahan dan melindungi area sensitif di sekitar lokasi jika terjadi ceceran bahan bakar selama proses penanganan.
Menurut Amran, pengerahan tim maritim tersebut merupakan bagian dari penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) perusahaan sekaligus upaya memitigasi risiko terhadap lingkungan laut.
“Kami turut prihatin dengan insiden yang terjadi di Selat Sunda. Berdasarkan koordinasi dengan pihak yang berwenang, terlebih karena lokasi kejadian berdekatan dengan operasional PTK, maka Tim PTK dari Marine Tanjung Sekong dan Marine Tanjung Gerem segera bersiaga dan merespon ke lokasi kejadian. Sejak Selasa (20/10) sore hingga saat ini, Tim Marine PTK masih berada di sekitar wilayah tersebut dengan perlengkapan HSSE kemaritiman,” ucapnya, Kamis (22/10).
Untuk mendukung penanganan, PTK menyiapkan 11 oil boom tipe permanen dengan total panjang 265 meter, empat oil boom tipe Sea Boom, serta personel Oil Spill Response. Perusahaan juga menyiagakan satu kapal tugboat beserta kru, serta personel Marine dan kru kapal lainnya.
Amran menambahkan, tim gabungan berfokus pada penuntasan pemadaman api di kapal, pemantauan stabilitas bentangan oil boom, serta kesiapsiagaan armada dan personel PTK di lokasi.
“Kesiapsiagaan dan aspek HSSE merupakan wujud komitmen PTK dalam turut menjaga sektor kemaritiman. PTK juga mengapresiasi gerak cepat dari berbagai otoritas maritim dan instansi terkait, sehingga evakuasi penumpang dan kru kapal berjalan lancar, serta upaya pemulihan di lokasi berjalan aman dan terpadu,” ungkapnya.








Tinggalkan Balasan