(kiri ke kanan): Hedi Santoso selaku Senior Manager Standardization, Specifier and Education Schneider Electric Indonesia, Xavier Denoly, Ida Juda Widjojo, dan Yudi Samyudia selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Prasetiya Mulya.

Jakarta, Petrominer — Pengelolaan energi secara cerdas dan bijaksana menjadi suatu hal yang mutlak digalakan bersama. Pemanfaatan energi terbarukan disertai penghematan energi akan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, yang artinya mengurangi emisi karbon dioksida danmemperkecil perubahan iklim.

Atas alasan tersebut, Universitas Prasetiya Mulya melalui S1 Entrepreneurial Energy Engineering menjalin kerjasama dengan Schneider Electric Indonesia untuk mendirikan dan mengelola “Pusat Pelatihan Manajemen dan Konservasi Energi”

Sebuah memorandum of understanding (MoU) ditandatangani kedua pihak, Senin (24/7). Dokumen kerjasama itu ditandatangani oleh Country President Schneider Electric Indonesia, Xavier Denoly, dan. Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama Eksternal Universitas Prasetiya Mulya, Ida Juda Widjojo.

Melalui kolaborasi ini, Schneider Electric akan memfasilitasi pengadaan sarana dan prasarana fasilitas pendukung pendidikan serta melakukan pertukaran pengetahuan dengan para tenaga pengajar di Universitas Prasetiya Mulya.

Untuk itulah, sebuah training center akan dibangun di kampus Universitas Prasetiya Mulya guna menarik minat para mahasiswa untuk mendalami pengetahuan dan keterampilan di bidang energi terbarukan.

Melalui Program S1 Entrepreneurial Energy Engineering Prasetiya Mulya, diharapkan para mahasiswa dapat memberikan jawaban atas permasalahan energi dan lingkungan dengan mempelajari berbagai teknik energi biomasa, panas bumi, tenaga matahari, tenaga air dan tenaga angin dengan melakukan simulasi, desain reaktor dan pembuatan prototype.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here