Selain melakukan pemulihan tenaga listrik, PLN juga telah menyalurkan bantuan lebih dari Rp 890 juta berupa bahan pangan, makanan siap santap, tenda dan tikar, pakaian, selimut, obat-obatan, perlengkapan medis, toilet portable serta alat penampungan air bersih.

Mamuju, Petrominer – PLN memberikan layanan penyambungan listrik kembali secara gratis bagi pelanggan yang bangunannya mengalami kerusakan akibat bencana gempa bumi di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Ini sebagai bentuk bantuan guna meringankan beban pelanggan yang terdampak gempa.

Saat ini, menurut General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar), Awaluddin Hafid, pihaknya sedang melakukan pendataan bangunan, seperti rumah, toko, rumah ibadah, ataupun bangunan lain yang rusak akibat guncangan gempa. Ini dilakukan untuk mengamankan kabel Sambungan Rumah (SR) dan kWh meternya.

“Untuk bangunan pelanggan yang mengalami rusak berat, tentu demi keamanan dan keselamatan kita amankan dulu kabel SR dan kWH meternya. Nanti ketika bangunan sudah kembali jadi dan instalasi listriknya dipastikan aman, PLN segera akan memasang kembali kWh meter di bangunan pelanggan tersebut. Kami pastikan tidak ada biaya,” ungkap Hafid, Minggu (24/1).

Jika membutuhkan layanan PLN, pelanggan dapat menghubungi melalui aplikasi PLN Mobile yang tersedia di Playstore atau Appstore, atau melalui Contact Center PLN 123.

Pasca gempa, PLN melakukan pendataan bangunan, seperti rumah, toko, rumah ibadah, ataupun bangunan lain yang rusak akibat guncangan gempa untuk mengamankan kabel Sambungan Rumah (SR) dan kWh meternya.

Sejak Rabu lalu (20/1), PLN telah berhasil memulihkan seluruh gardu terdampak gempa di Mamuju dan Majene. Total 856 gardu yang melistriki 85 ribu pelanggan kini menyala kembali.

Kini, pemulihan kelistrikan hanya menyisakan 16 gardu wilayah Ulumanda. Hingga Sabtu (23/1), akses jalan menuju lokasi masih terputus akibat longsoran tanah. PLN terus berkoordinasi dengan Bupati Majene untuk proses pemulihan kelsitrikan di Ulumanda.

Untuk sementara, PLN telah mengirimkan genset ke lokasi dan 25 unit Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) sebagai alternatif cahaya sementara bagi warga kecamatan Ulumanda.

“Petugas kami siap untuk melakukan pemulihan di Ulumanda. Nanti, begitu jalur sudah bisa dilalui, petugas langsung ke lokasi untuk pemulihan,” ujar Hafid.

Selain melakukan pemulihan tenaga listrik, PLN juga telah menyalurkan bantuan lebih dari Rp 890 juta berupa bahan pangan, makanan siap santap, tenda dan tikar, pakaian, selimut, obat-obatan, perlengkapan medis, toilet portable serta alat penampungan air bersih. PLN juga menerjunkan sembilan tenaga medis dan dua ambulan untuk memberikan layanan kesehatan kepada korban gempa.

Tidak hanya itu, PLN juga menjadi koordinator satuan tugas penyaluran bantuan di Sulawesi Barat dari berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hingga Sabtu (23/1), total bantuan yang disalurkan oleh BUMN dan dilaporkan melalui satgas lebih dari Rp 2,8 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here