Penandatanganan kontrak perpanjangan Blok Corridor disaksikan Menteri ESDM Arifin Tasrif di Kementerian ESDM, Senin sore (11/11).

Jakarta, Petrominer – Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, telah menandatangani kontrak perpanjangan Blok Corridor sampai tahun 2043 mendatang. Penandatanganan kontrak bagi hasil gross split blok migas ini disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, di Kementerian ESDM, Senin sore (11/11).

Penandatangan kontrak baru blok Corridor itu dilakukan oleh Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Corridor, Taufik Aditiyawarman, President Conocophillips (Grissik) Ltd., Bijan Agarwal, dan Regional Executive Director Talisman, Ferdinando Rogardo.

Surat Keputusan Persetujuan Perpanjangan dan Penetapan Bentuk dan Ketentuan-Ketentuan Pokok (Terms and Conditions) Kontrak Kerja Sama Blok Corridor ditandangani oleh Menteri ESDM sebelumnya, Ignasius Jonan, pada 23 Juli 2019 lalu. Kontrak blok migas ini, yang berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, rencananya akan habis 19 Desember 2023 mendatang. Dengan kontraktor ConocoPhillips (Grissik) Ltd. yang memegang participating interest (PI) 46 persen, Talisman Corridor Ltd. (Repsol) (24 persen), dan PT Pertamina Hulu Energi Corridor (30 persen).

Lihat juga: Kontrak Blok Corridor Diperpanjang, Pertamina Dapat 30 Persen

Dalam sambutannya, Arifin berpesan agar Kontraktor senantiasa berupaya menjaga dan meningkatkan laju produksi di Blok Corridor. Kontraktor juga diminta melaksanakan komitmen-komitmen yang tertuang dalam Kontrak termasuk Komitmen Kerja Pasti (KKP) lima tahun pertama dan meningkatkan kegiatan eksplorasi untuk menambah cadangan Minyak dan Gas Bumi.

“Operator Blok Corridor selama 3 tahun pertama akan dilakukan oleh ConocoPhillips dan selanjutnya hingga akhir masa kontrak akan dilaksanakan oleh Pertamina,” tegasnya.

Lihat juga: Pertamina Siap Kelola Blok Corridor Tahun 2026

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto (kanan), mendapat ucapan selamat dari Menteri ESDM, Arifin Tasrif (kiri), usai menandatangani kontrak perpanjangan Blok Corridor di Kementerian ESDM, Senin sore (11/11).

Menurut Arifin, perpanjangan kontrak diberikan dengan mempertimbangkan berbagai hal. Antara lain bonus tandatangan serta komitmen eksplorasi yang cukup besar dan tidak ada yang melebihinya.

Pemerintah memperpanjang kontrak tersebut selama 20 tahun hingga tahun 2043 mendatang, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023. Perkiraan nilai investasi dari pelaksanaan KKP lima tahun pertama sebesar US$ 250.000.000 dan Signature Bonus sebesar US$ 250.000.000.

“PI yang dimiliki oleh para Kontraktor tersebut termasuk PI 10 persen yang akan ditawarkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sesuai Permen ESDM No 37 Tahun 2016,” ujar Arifin.

Dalam kontrak yang berakhir 19 Desember 2023, ConocoPhilips memiliki PI 54 persen dan menjadi operator. Sementara porsi Pertamina sebesar 10 Persen dan Repsol Energy 36 persen.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here