Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menyampaikan keterangan kepada media usai menandatangani persetujuan perpanjangan kontrak kerja sama migas Blok Corridor, Sumatera Selatan, Senin (22/).

Jakarta, Petrominer – Pemerintah akhirnya memutuskan untuk memperpanjang kontrak kerjasama migas di Blok Corridor, Sumatera Selatan. Surat Keputusan Persetujuan Perpanjangan dan Penetapan Bentuk dan Ketentuan-Ketentuan Pokok (Terms and Conditions) Kontrak Kerja Sama pada Wilayah Kerja (Blok) Corridor telah ditandangani oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan.

“Pemerintah telah menyetujui perpanjangan kontrak dengan tiga Badan Usaha hulu migas yaitu ConocoPhillips, Repsol dan Pertamina di WK Corridor yang akan berakhir tanggal 19 Desember 2023,” ujar Jonan dalam jumpa pers usai menandatangani surat keputusan persetujuan tersebut, Senin (22/7).

Menurutnya, persetujuan perpanjangan ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai hal. Antara lain bonus tandatangan dan komitmen eksplorasi yang cukup besar serta tidak ada yang melebihinya. Pemerintah memperpanjang kontrak tersebut selama 20 tahun hingga tahun 2043 mendatang.

Persetujuan perpanjangan Kontrak Kerja Sama Blok Corridor ditetapkan dengan Pemegang Partisipasi Interes: ConocoPhillips (Grissik) Ltd. (46%) sebagai operator, Talisman Corridor Ltd. (Repsol) (24%), dan PT Pertamina Hulu Energi Corridor (30%).

“Partisipasi Interes yang dimiliki para pemegang interes tersebut termasuk Partisipasi Interes 10% yang akan ditawarkan kepada Badan Usaha Milik Daerah,” tegas Jonan.

Kontrak Bagi Hasil Blok Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema gross split. Perkiraan nilai investasi dari pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) 5 tahun pertama sebesar US$ 250.000.000 dan Bonus Tanda Tangan sebesar US$ 250.000.000.

Setelah mendapat persetujuan perpanjangan tersebut, ketiga Badan Usaha tersebut menyepakati setelah tanggal 19 Desember 2023 ditambah tiga tahun kedepan yakni hingga 19 Desember 2026, ConocoPhillips tetap akan menjadi operator. Setelah itu memasuki masa transisi, sesuai kesepakatan bersama, maka ConocoPhilips akan menyerahkan kepada Pertamina untuk menjadi operator.

“Mereka bertiga bersama akan tetap memegang Blok Corridor hingga tahun 2043. Pemerintah berpesan kepada Kontraktor agar terus meningkatkan kegiatan eksplorasi dan produksi di Wilayah Kerjanya,” jelas Jonan.

Dalam kontrak yang berakhir 19 Desember 2023, ConocoPhilips memiliki partisipasi interes 54% dan menjadi operator. Sementara porsi Pertamina sebesar 10% dan Repsol Energy 36%.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here