Paris, Petrominer – Pengelolaan potensi panas bumi (geothermal) acap kali dikecam dan ditolak karena lokasinya tidak jauh dari pemukiman penduduk. Padahal, jika dilakukan secara profesional, pengembangan sumber energi baru terbarukan ini bisa memberi banyak manfaat dan menopang pembangunan daerah.
Contohnya proyek pengembangan geothermal yang dikelola oleh Asosiasi Perusahaan Geothermal Perancis (GEODEEP) di Paris, Perancis. Malahan, PT PLN (Persero) telah menyatakan minatnya untuk belajar tentang bagaimana menggarap proyek geothermal yang berada di kawasan padat penduduk tersebut.
Proyek Geothermal Direct Use berlokasi di kawasan padat penduduk Geothermie de Bagneux, Paris. Sejak dibangun tahun 2016 dengan total investasi 31 juta Euro, proyek ini mampu melayani penduduk setempat dengan jangka waktu selama 30 tahun.
Pengelolaan proyek geothermal ini dilakukan secara profesional guna melindungi lingkungan dan masyarakat sekitar. Proyek ini memiliki kedalaman pipa mencapai 1,8 kilometer (km) dan mampu menghasilkan daya 15 Megawatt (MW).
Energi panas yang dihasilkan digunakan sebagai sistem pemanas pada 9.500 rumah penduduk di Balneo and Chatillon, Greater Paris Area. Didukung dengan jaringan pipa sepanjang 12 km yang tersebar di kawasan perumahan padat penduduk.
Dalam kunjungan kerjanya di Perancis baru-baru ini, PLN bersama Asosiasi Geothermal Perancis melihat langsung proyek Geothermal Direct Use. PLN pun membuka berbagai peluang kerja sama untuk mengembangkan teknologi pembangkit listrik geothermal (PLTP).
Menurut Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo, kunjungan ini sebagai upaya PLN ingin mengembangkan teknologi geothermal berkelanjutan yang sudah terbukti tersebut ke Indonesia. Saat bertemu dengan GEODEEP, PLN juga memaparkan pengembangan strategi dan proyek-proyek geothermal secara masif untuk mempercepat transisi energi di Indonesia.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada GEODEEP dan mengajak seluruh perusahaan di bawah asosiasinya untuk bersama-sama berkolaborasi dalam pengembangan geothermal sehingga membawa manfaat yang besar bagi kedua belah pihak,” kata Hartanto.
Vice President GEODEEP, Sylvain Brogle, menyambut baik pertemuan dengan PLN. Dia berharap perusahaan-perusahaan di bawah GEODEEP dapat membantu Indonesia untuk mengembangkan teknologi geothermal dan mengurangi emisi karbon.
“Kami bangga dapat bertemu dengan PLN untuk mendorong pengembangan teknologi geothermal di Indonesia. Perusahaan yang berada di bawah naungan kami bisa membantu Indonesia untuk dekarbonisasi sekaligus mendukung upaya pemerintah untuk mengembangkan geothermal di Indonesia,” kata Sylvain.
GEODEEP terdiri dari perusahaan besar geothermal dengan omset penjualan 100 milliar Euro dan memiliki total 300 ribu pegawai. Perusahaan yang tergabung ini memiliki kapasitas dan kemampuan di antaranya Geothermal Engineering Services, Surface Engineering, Power Plant EPC, Equipment Manufacturing, Drilling Companies dan Integrator Proyek Geothermal.








Tinggalkan Balasan